- Antara
Prabowo Geram! Bongkar Praktik Serakah di Pertamina: Jangan Cari Kaya di Atas Kepercayaan Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto mengakui adanya praktik tak sehat dalam tubuh PT Pertamina (Persero). Praktik tak sehat tersebut diduga terjadi di Pertamina dan pengaturan sektor energi nasional beberapa tahun ke belakang.
Hal tersebut diungkapkan Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian Kilang RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin, 12 Januari 2025.
“Kita harus mengakui bahwa beberapa tahun belakangan, rakyat merasa terjadi mismanajemen dan permainan-permainan tidak sehat di Pertamina dan pengaturan ESDM kita,” ucap Prabowo.
Kepala Negara juga menyinggung adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai sengaja mendorong impor energi demi keuntungan pribadi. Menurutnya, praktik tersebut dilakukan melalui manipulasi harga yang berujung pada penderitaan rakyat.
"Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti ya, orang-orang Indonesia yang pintar-pintar, pintar tapi serakah, mengatur mau impor dari luar. Dengan impor dari luar, dia manipulasi harga dan dia kutip, sehingga ada pihak sekelompok orang yang kaya raya di atas penderitaan rakyat," imbuhnya.
Padahal, kata Prabowo, Pertamina merupakan national champion Indonesia dan satu-satunya perusahaan nasional yang masuk dalam daftar Fortune 500.
“Pertamina yang sebenarnya adalah national champion kita. Mungkin satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk Fortune 500, dengan nilai sekitar 100 miliar dolar,” kata Prabowo.
Maka itu, dia berkomitmen untuk membersihkan praktik-pratik kecurangan tersebut.
Prabowo mewanti-wanti Simon agar menjaga amanah sebagai Direktur Utama Pertamina. Jangan sampai tergoda untuk melakukan korupsi dan juga memperkaya diri sendiri di atas kepercayaan dan tugas negara
"Saya angkat Saudara Simon Aloysius dengan beberapa anak-anak muda, dan saya beri tugas: jangan korupsi. Jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini. Direktur Utama Pertamina sangat strategis. Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan 100 miliar dolar," jelasnya.
VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham