news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Industri Tekstil.
Sumber :
  • Istimewa

AGTI Apresiasi Arah Kebijakan Presiden Prabowo untuk Daya Saing Industri Tekstil

Panjangnya rantai pasok industri tekstil nasional menuntut kebijakan yang mampu meningkatkan daya saing serta nilai tambah industri secara berkelanjutan.
Kamis, 15 Januari 2026 - 15:25 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) Anne Patricia Sutanto mengapresiasi perhatian Prabowo Subianto terhadap penguatan industri tekstil dan garmen nasional.

Menurut Ane, hal ini menjadi sinyal politik dan ekonomi yang kuat bagi keberlanjutan sektor padat karya tersebut.

Komitmen Presiden yang menempatkan industri garmen dan tekstil sebagai sektor strategis harus diterjemahkan secara nyata oleh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah melalui kebijakan, regulasi, dan instrumen pelaksanaan yang konkret.

“Industri ini berperan vital dalam penciptaan lapangan kerja dan stabilitas sosial-ekonomi nasional,” ujarnya.

Terkait arahan Presiden mengenai revitalisasi rantai pasok tekstil, AGTI memandang penguatan supply chain perlu dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. 

Panjangnya rantai pasok industri tekstil nasional menuntut kebijakan yang mampu meningkatkan daya saing serta nilai tambah industri secara berkelanjutan.

Anne menilai penguatan industri hulu di dalam negeri menjadi langkah penting untuk menekan ketergantungan terhadap impor bahan baku strategis. Meski demikian, selama kapasitas produksi nasional belum mencukupi, impor bahan baku tetap dibutuhkan agar proses produksi industri tidak terhambat.

“Impor bahan baku bagi produsen yang patuh aturan perlu berjalan cepat dan efisien agar daya saing industri tetap terjaga,” kata Anne.

AGTI juga menilai program hilirisasi yang disoroti Presiden sebagai kunci peningkatan nilai tambah industri tekstil dan garmen. 

Dengan struktur rantai pasok yang panjang, hilirisasi diyakini dapat memperkuat kemandirian industri sekaligus menjaga peran sektor ini sebagai penyerap tenaga kerja dan penggerak perekonomian nasional.

Selain itu, pengembangan teknologi dan semikonduktor dinilai memiliki dampak strategis bagi penerapan industri 4.0 di sektor tekstil. Anne menyebut ketergantungan terhadap mesin impor masih tinggi, sehingga penguatan industri permesinan dalam negeri menjadi bagian penting dari agenda industrialisasi nasional.

Usai rapat terbatas di Hambalang membahas penguatan industri nasional, pengembangan teknologi, hingga proyek hilirisasi dan energi, AGTI berharap arahan Presiden Prabowo dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan konkret.

“Dengan kebijakan yang terintegrasi, industri garmen dan tekstil dapat kembali meningkatkan daya saing dan memperkuat posisinya sebagai tulang punggung manufaktur padat karya nasional,” kata Anne.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:20
02:48
05:35
02:43
02:14
02:06

Viral