news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Persiapan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Sumber :
  • Istimewa

BPBD Jakarta Cegah Cuaca Ekstrem Lewat Modifikasi Cuaca: Aktivitas Ekonomi Terganggu

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem pada awal tahun 2026.
Jumat, 16 Januari 2026 - 16:35 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem pada awal tahun 2026.

Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari mitigasi risiko bencana hidrometeorologi yang berpotensi memicu banjir hingga kerusakan infrastruktur.

Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa dasar pelaksanaan OMC didorong oleh risiko meningkatnya hujan ekstrem dan anomali cuaca. 

Menurutnya, bencana ikutan yang menyertai tidak hanya berkutat pada banjir tetapi juga berdampak pada ekonomi kota.

Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji
Sumber :
  • dok. BPBD DKI Jakarta

“Dasar pertimbangan BPBD diadakan OMC, adalah bagian dari mitigasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti hujan ekstrem di atas rata-rata yang bisa timbulkan banjir, pohon tumbang, potensi longsor, badai, dan dampak ikutan selanjutnya seperti kemacetan, terganggunya aktivitas ekonomi, rusaknya infrastruktur,” kata Isnawa saat dihubungi media, Jumat (16/1/2026).

Isnawa menyebutkan sejumlah faktor pemicu keputusan OMC, termasuk imbauan dari BMKG, surat antisipasi bencana dari BNPB, serta arahan langsung dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Ketiga instrumen tersebut menjadi dasar kebijakan untuk memperkuat kesiapsiagaan ibu kota dalam menghadapi puncak musim hujan.

“Hal lain adanya himbauan tentang cuaca dari BMKG, surat antisipasi bencana dari BNPB dan arahan gubernur,” ujarnya.

BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan adanya potensi bencana hidrometeorologi di sebagian wilayah Indonesia hingga akhir Februari 2026. Fenomena itu dinilai berpotensi meningkatkan intensitas hujan di kawasan Jabodetabek.

Isnawa menegaskan bahwa seluruh wilayah administrasi Jakarta hingga Kepulauan Seribu menjadi prioritas OMC. 

Penentuan titik operasi disesuaikan dengan analisis cuaca di daerah sekitar Jabodetabek, baik dari sisi arah angin maupun potensi awan.

“Wilayah yang jadi prioritas BPBD ya semua wilayah Jakarta sampai Kepulauan Seribu, tergantung analisis BMKG. Kalau di selatan Jakarta OMC di atas Depok, Bogor, kalau di utara bisa di atas Tangerang,” jelasnya.

BPBD menilai OMC menjadi instrumen penting dalam menahan risiko bencana perkotaan di tengah densitas penduduk yang tinggi. 

Jakarta sendiri tercatat sebagai salah satu daerah dengan kerentanan hidrometeorologi tertinggi di Indonesia. (agr/muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

10:04
02:11
03:07
01:56
05:09
04:48

Viral