- Tangkapan Layar Instagram @lambe_turah
Viral Pak Ogah di Exit Tol Rawa Buaya, Polisi Pastikan Penutupan Bukan Ulah Preman Jalanan
Jakarta, tvOnenews.com - Penutupan exit Tol Rawa Buaya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, mendadak viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat rantai dan gembok menutup akses keluar tol, disertai narasi bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh pak ogah di exit Tol Rawa Buaya yang meminta uang kepada pengendara.
Kabar tersebut langsung memicu keresahan publik. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana mungkin akses jalan tol bisa ditutup oleh pihak tak resmi. Aparat kepolisian bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun turun tangan untuk memastikan fakta di lapangan dan meluruskan informasi yang berkembang.
Polisi Tegaskan Penutupan Exit Tol Rawa Buaya Bukan Ulah Pak Ogah
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Iptu Aang Kaharudin memastikan bahwa rantai dan gembok yang terlihat di exit Tol Rawa Buaya bukan dipasang oleh pak ogah di exit Tol Rawa Buaya, melainkan merupakan bagian dari kebijakan resmi Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
“Penutupan jalan itu memang dari Dishub, dan Dishub sudah menyatakan bahwa gembok penutupan tersebut berasal dari mereka,” ujar Aang, Kamis (15/1/2026).
Ia menambahkan, penutupan exit tol tersebut telah memiliki jadwal tetap dan bukan dilakukan secara spontan atau ilegal. Polisi juga menegaskan bahwa narasi mengenai pak ogah di exit Tol Rawa Buaya yang membuka dan menutup akses setelah diberi uang tidak sesuai fakta.
“Dari informasi Dishub, penutupan dilakukan pukul 06.00 sampai 11.00 WIB. Setelah itu dibuka kembali. Jadi memang ada jadwal resmi,” jelasnya.
Enam Pak Ogah di Exit Tol Rawa Buaya Diamankan
Meski penutupan akses bukan dilakukan oleh pak ogah di exit Tol Rawa Buaya, polisi tetap menindaklanjuti video viral tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan enam orang yang diduga sebagai pak ogah di exit Tol Rawa Buaya diamankan dalam operasi gabungan pada Rabu (14/1).
“Tim gabungan mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan terhadap enam orang yang diduga terlibat dalam aktivitas mengatur lalu lintas secara tidak resmi,” kata Budi, Kamis (15/1).
Dalam operasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa: