- istimewa - antaranews
TNI Pakai Starlink untuk Cari Lokasi Jatuhnya Pesawat Indonesia Air Transport
Jakarta, tvOnenews.com - Berdasarkan informasi dari Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, bahwa di lokasi tersebut susah akses internet, Oleh sebab itu, TNI pakai starlink untuk mencari Pesawat Indonesia Air Transport.
Bahkan, berdasarkan keterangan warga setempat bahwa jarak yang harus ditempuh sekitar 10 kilometer demi mendapatkan sinyal internet yang lebih stabil.
Untuk diketahui, Leang-Leang berada di kawasan kaki Gunung Bulusaraung, wilayah perkampungan masyarakat Bugis-Makassar.
Kemudian, TNI yang terlibat dalam pencarian pesawat tersebut menggunakan internet berbasis satelit Starlink untuk membantu kelancaran koordinasi dan operasional pencarian di lapangan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau sinyal seluler.
Leang-Leang berjarak sekitar 47 kilometer dari Kota Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan, sesuai petunjuk Google Maps. Perjalanan darat bisa memakan waktu hingga dua jam.
Sementara dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, jarak ke Leang-Leang sekitar 30 kilometer.
Pesawat ATR 42-500 yang jatuh diketahui lepas landas dari Bandara Adi Soecipto Yogyakarta pada Sabtu pukul 08.08 WIB dengan tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros.
Berdasarkan data AirNav, pesawat dilaporkan hilang kontak pada pukul 13.17 Wita.
Sebelumnya diberitakan, Tim SAR gabungan menginformasikan, bahwa mereka menghentikan sementara proses pencarian pesawat Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di kawasan Puncak Bulu Saraung, Kabupaten Maros, Sabtu (17/1/2026) malam.
Dalam hal ini, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan menyampaikan, bahwa penghentian sementara dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta keterbatasan jarak pandang, terutama menjelang malam hari.
“Kita masih gerakkan dulu anggota ke kaki Gunung Bulu Saraung. Selanjutnya kita lihat kondisi cuaca, kalau memang memungkinkan, pencarian tetap kita laksanakan,” jelasnya.
Namun, sebelum pencarian dihentikan sementara, tim SAR telah melakukan penyisiran melalui jalur udara dan darat.
Pencarian udara dilakukan menggunakan helikopter milik TNI AU.
Dari hasil pantauan heli, petugas melihat satu titik merah yang dicurigai sebagai serpihan.
Tetapi, tim belum dapat memastikan temuan tersebut.
“Hasil dari heli melihat satu titik merah, tapi itu belum bisa dipastikan apakah itu serpihan pesawat,” bebernya.