news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Prabowo Mendarat di London, Minggu (18/1/2026).
Sumber :
  • BPMI Istana Negara

Prabowo Mendarat di London, Diplomasi Tingkat Tinggi RI–Inggris Dimulai

Prabowo Subianto memulai rangkaian diplomasi tingkat tinggi di Inggris setelah tiba di Bandar Udara London Stansted pada Minggu (18/1/2026). 
Senin, 19 Januari 2026 - 14:36 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memulai rangkaian diplomasi tingkat tinggi di Inggris setelah tiba di Bandar Udara London Stansted pada Minggu (18/1/2026). 

Kunjungan kerja tersebut menandai langkah baru memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Inggris yang dalam beberapa tahun terakhir naik kelas dari hubungan bilateral rutin menjadi kolaborasi lintas sektor.

Setibanya di London, Presiden disambut jajaran pejabat protokoler dan diplomat kedua negara, termasuk Deputy Lieutenant of Essex Mark Bevan, Foreign Secretary’s Special Representative Adele Taylor MBE, Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, serta Atase Pertahanan RI untuk Inggris Kolonel Inf. Wiyata S. Aji.

Agenda inti kunjungan Presiden adalah pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di kantor PM Inggris.

Pertemuan ini dipandang menjadi salah satu kanal penting untuk mematangkan sejumlah isu kerja sama prioritas, termasuk ekonomi, pertahanan, energi, dan isu global yang menjadi sorotan diplomasi internasional.

Tidak hanya bertemu kepala pemerintahan, Presiden Prabowo juga dijadwalkan bertemu Raja Inggris Charles III di St. James’s Palace.

Pertemuan dengan Kepala Negara Inggris tersebut menjadi penegasan bahwa hubungan Indonesia-Inggris telah bergerak dalam level diplomasi strategis yang melibatkan dimensi negara-ke-negara.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris telah terjalin sejak Desember 1949.

Seiring waktu, hubungan kedua negara berkembang secara konsisten dan bertahap memasuki fase kemitraan komprehensif yang saling menguntungkan.

Kemitraan strategis baru antara kedua negara berbasis pada empat pilar utama: pertumbuhan ekonomi; iklim, energi dan alam; pertahanan dan keamanan, serta manusia dan masyarakat.

Pilar-pilar tersebut menjadi landasan pengembangan kerja sama guna menjawab tantangan geopolitik, perdagangan, hingga transisi energi ke depan. (agr/nsi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:03
04:31
01:12
00:56
05:51
04:43

Viral