news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

USD Nyaris Rp17.000, Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Segera Menguat

Menkeu Purbaya minta publik tak panik meski USD hampir Rp17.000. Ia yakin rupiah segera menguat seiring suplai USD dan ekonomi yang solid.
Selasa, 20 Januari 2026 - 10:57 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik menghadapi pergerakan USD terhadap rupiah yang belakangan ini menanjak tajam. Meski nilai tukar USD nyaris menembus level Rp17.000 per dolar AS, Purbaya meyakini kondisi tersebut bersifat sementara dan rupiah akan segera menguat.

“Rupiah kan akan tergantung pada fundamental ekonominya,” kata Purbaya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (19/1/2026), merespons lonjakan USD yang belakangan menjadi perhatian pelaku pasar dan publik.

Menurut Purbaya, pergerakan USD terhadap rupiah saat ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika global, termasuk kebijakan moneter Amerika Serikat, sentimen pasar internasional, serta arus modal asing. Namun, ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan menjadi penopang utama stabilitas nilai tukar rupiah terhadap USD.

USD Naik, Rupiah Ditekan

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,33% ke level Rp16.935 per USD, sekaligus mencetak rekor penutupan terlemah sepanjang sejarah. Lonjakan USD ini membuat banyak pihak khawatir terhadap dampaknya ke inflasi, harga impor, serta stabilitas ekonomi nasional.

Namun Purbaya menilai, pelemahan rupiah terhadap USD tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi domestik. Ia menyebutkan bahwa penguatan USD secara global memang terjadi seiring ketidakpastian ekonomi dunia dan kebijakan suku bunga di Amerika Serikat.

“Jadi tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat juga. Karena suplai dolar atau suplai USD akan bertambah,” ujarnya optimistis.

Fundamental Ekonomi Jadi Penopang Rupiah terhadap USD

Purbaya menegaskan, kunci utama stabilitas nilai tukar rupiah terhadap USD terletak pada fundamental ekonomi nasional. Ia menilai ekonomi Indonesia ke depan akan tumbuh lebih tinggi, sehingga meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong masuknya arus modal asing, termasuk dalam bentuk USD.

Hal itu, kata dia, tercermin dari kinerja pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menembus level tertinggi sepanjang masa atau all time high.

“Kalau indeks naik ke situ, pasti ada flow asing masuk ke situ juga, kan? Nggak mungkin investor domestik sendiri yang bisa mendorong ke level seperti itu,” jelas Purbaya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:09
04:22
00:56
04:07
02:51
01:21

Viral