- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Rp100 Juta Digelontorkan, Kawasan Transmigrasi Muara Telang Jadi Mesin Utama Produksi 1,2 Juta Ton Padi Banyuasin
Palembang, tvOnenews.com - Pemerintah pusat mempertegas komitmennya menjadikan kawasan transmigrasi sebagai tulang punggung swasembada pangan nasional.
Kementerian Transmigrasi menyalurkan bantuan langsung senilai Rp100 juta kepada koperasi kelompok tani di Kawasan Transmigrasi Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sebagai bagian dari penguatan produksi dan infrastruktur pertanian.
Bantuan tersebut diserahkan saat Panen Raya Padi di Kecamatan Muara Telang, Kamis (22/1/2026), yang dihadiri Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, bersama jajaran pemerintah daerah.
“Tadi kementerian transmigrasi memberikan bantuan (sebesar Rp100 juta) kepada koperasi kelompok tani di sini dalam rangka untuk bantuan pengadaan alat yang nanti juga akan dibantu dengan peralatan pengiringan yang sederhana dan kita, Kementerian Transmigrasi, akan membantu pembangunan jalan non-status,” kata dia.
“Renovasi infrastruktur untuk tahun 2026 dan perencanaan yang lain nanti akan kita komunikasikan dengan pemerintah daerah, dengan Pak Bupati agar sarana-prasarana dan infrastruktur yang ada di kawasan transmigrasi ini bisa menjadi lebih baik lagi,” sambung Viva Yoga.
Ia menegaskan, dukungan tersebut tidak berhenti pada bantuan alat dan infrastruktur dasar, tetapi akan diperkuat melalui koordinasi lintas kementerian guna memenuhi kebutuhan kawasan transmigrasi secara menyeluruh.
“Tentunya juga kita akan koordinasi dengan kementerian yang terkait, yang dibutuhkan di kawasan transmigrasi itu akan kita komunikasikan dengan seluruh kementerian yang ada,” katanya.
Dukungan pemerintah pusat tersebut dinilai sejalan dengan capaian produksi pangan Banyuasin yang menempatkan daerah tersebut sebagai lumbung pangan nasional.
Bupati Banyuasin, Askolani Jasi, mengungkapkan total produksi padi sepanjang 2025 mencapai 1,2 juta ton, dengan kontribusi terbesar berasal dari kawasan transmigrasi.
“Kita 2025, 1,2 juta ton keseluruhannya dan produksi di Kabupaten Banyuasin ini dari 189 ribu luas lahan itu 70 persennya adalah wilayah kawasan transmigrasi, di bawah transmigrasi,” kata Askolani.
Ia menegaskan, prestasi Banyuasin sebagai daerah dengan produksi padi tertinggi secara nasional tidak lepas dari peran strategis kawasan transmigrasi.
“Dan keberhasilan Banyuasin mencapai peringkat pertama di Republik Indonesia itu adalah kawasan transmigrasi,” ujarnya.
Askolani juga menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi lintas kementerian yang konsisten mendukung sektor pertanian dari hulu hingga hilir.