- Syifa Aulia/tvOnenews.com
Pengemudi Tewas Tercebak Macet Saat Banjir, Pramono Anung Berduka: Kerahkan Seluruh Dinas Terkait
Jakarta, tvOnenews.com – Tragedi kemanusiaan terjadi di tengah kemacetan parah akibat banjir yang melanda Jakarta. Seorang pengemudi mobil ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraannya saat terjebak macet di Jalan Layang (Flyover) Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026) siang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tersebut dan langsung memerintahkan penelusuran menyeluruh terkait penyebab kematian korban.
“Innalillahi wa innaillaihi raji'un. Terus terang saya berduka untuk itu. Dan saya tadi sudah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk mendata, mencari tahu bagaimana proses meninggalnya,” ujar Pramono.
Pramono menegaskan bahwa tragedi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama di tengah situasi banjir yang memicu kemacetan panjang di berbagai titik ibu kota.
Sebagai langkah penanganan, Pramono mengerahkan seluruh jajaran dan perangkat daerah untuk bekerja secara terpadu mengatasi banjir dan dampak turunannya, termasuk kemacetan lalu lintas.
Ia telah menginstruksikan Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) agar saling bahu-membahu dalam penanganan kondisi darurat tersebut.
“Sehingga dengan demikian, urusan kemacetan memang menjadi perhatian, makanya kenapa saya mengizinkan dilakukan 'Work From Home' maupun 'School From Home'. Itu untuk mengatasi itu,” kata Pramono.
Sebelumnya, seorang pria berinisial AR (51) ditemukan tak bernyawa di dalam mobilnya saat terjebak kepadatan lalu lintas di Flyover Jelambar. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, ketika kendaraan korban tiba-tiba mogok di tengah jalan.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, menjelaskan bahwa kejadian itu pertama kali diketahui oleh saksi di sekitar lokasi.
“Jadi tadi sekitar jam 1 (siang) ada saksi di bengkel mobil sempat melihat korban mengendarai mobil terus tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Kemudian saksi ini memberitahu kepada anggota Satlantas,” ujar Alex.
Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) kemudian mendatangi lokasi untuk membantu mengevakuasi kendaraan korban.
“Kemudian anggota Lantas membantu dorong mobil tersebut. Namun (mobil korban) direm tangan, sempat diketuk kacanya (mobil) namun tidak direspon,” ujar Alex.
Karena tidak ada respons, petugas akhirnya membuka pintu mobil dan menemukan korban dalam kondisi tertunduk di balik kemudi.
“Jadi, kaus abu-abu dan celana jins biru, dia menunduk. Terus pas dicek denyut nadinya korban ini sudah tidak berdetak,” kata Alex.
Korban yang diketahui beralamat di Penjaringan, Jakarta Utara, kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Sudah kita serahkan ke RSCM,” pungkas Alex.
Tragedi ini menjadi pengingat serius akan dampak ekstrem banjir dan kemacetan di Jakarta, sekaligus mendorong pemerintah untuk mempercepat langkah mitigasi demi mencegah kejadian serupa terulang. (ant/nba)