Menkeu Purbaya Umumkan APBN Februari 2026
Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah mengumumkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Februari 2026. Data tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa.
Dari sisi pendapatan negara, hingga 28 Februari 2026 tercatat mencapai sekitar Rp358 triliun. Sementara realisasi belanja negara mencapai Rp493,8 triliun.
Pendapatan negara tersebut tercatat tumbuh sekitar 12,8 persen secara tahunan (year on year). Namun, karena belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan, APBN mencatat defisit sebesar Rp135,7 triliun.
Defisit tersebut setara dengan sekitar 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan masih berada dalam koridor desain APBN 2026.
Purbaya menjelaskan bahwa defisit tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong belanja negara yang lebih merata sepanjang tahun sehingga dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Pemerintah menilai kebijakan belanja yang lebih merata diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya beli masyarakat, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.