- Antara
Meikarta Disiapkan Jadi Rusun Subsidi, Gubernur Jabar KDM Dukung Hunian Terjangkau untuk Warga
Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan dukungan terhadap rencana pemanfaatan kawasan Meikarta sebagai lokasi pembangunan rumah susun (rusun) subsidi untuk masyarakat menengah ke bawah. Langkah ini dinilai sebagai solusi strategis di tengah keterbatasan lahan perkotaan, sekaligus upaya mengubah kawasan Meikarta menjadi hunian vertikal yang bermanfaat bagi publik.
Dukungan tersebut mengemuka setelah pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bandung, Kamis (22/1/2026). Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat mempercepat perizinan serta menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah agar kawasan Meikarta bisa segera dimanfaatkan secara optimal.
“Kami ingin persoalan Meikarta diselesaikan dengan solusi yang berpihak kepada masyarakat. Setelah dipastikan clean and clear, kawasan ini memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi hunian vertikal yang bermanfaat bagi rakyat,” ujar Maruarar Sirait dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
Koordinasi dengan KPK, Pastikan Lahan Bersih
Sebelum bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Maruarar Sirait diketahui telah melakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lahan di kawasan Meikarta berada dalam kondisi bersih dan bebas dari persoalan hukum, sehingga proses pembangunan rusun subsidi dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Menurut Ara, kepastian status lahan menjadi syarat utama agar pembangunan perumahan rakyat berjalan sesuai aturan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang nantinya akan menempati hunian tersebut.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, pemerintah pusat optimistis rencana transformasi Meikarta dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari program penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah.
Konsep Apartemen Terjangkau
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa konsep hunian di kawasan Meikarta tidak sekadar berupa rusun subsidi konvensional, melainkan apartemen terjangkau dengan fasilitas yang memadai dan lingkungan yang tertata.
“Ini bukan sekadar rusun, tapi apartemen untuk masyarakat menengah ke bawah. Konsep seperti ini akan kami dorong menjadi model percontohan di Bandung dan Bandung Raya sebagai solusi keterbatasan lahan,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia menilai, pengembangan hunian vertikal di kawasan strategis seperti Meikarta dapat menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan backlog perumahan di wilayah perkotaan Jawa Barat, khususnya di kawasan penyangga Jakarta.
Pengembang Siapkan 20 Hektare Lahan
Di sisi lain, pihak pengembang Meikarta menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program pemerintah tersebut. Saat ini, pengembang telah menyiapkan dua lokasi lahan dengan total luas sekitar 20 hektare yang berpotensi menampung hingga 100.000 unit rumah susun subsidi.
Rencana pembangunan rusun di kawasan Meikarta ditargetkan mulai berjalan pada April 2026. Proyek ini diharapkan mampu menyediakan hunian vertikal yang layak, terjangkau, serta berkelanjutan bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses rumah di wilayah perkotaan.
Pemerintah menilai, pemanfaatan lahan Meikarta sebagai rusun subsidi tidak hanya menjawab kebutuhan hunian, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut secara produktif dan berpihak kepada masyarakat.
Transformasi Meikarta Jadi Hunian Rakyat
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengembang ini dipandang sebagai momentum penting untuk mengubah citra Meikarta dari kawasan bermasalah menjadi contoh transformasi pembangunan perumahan rakyat yang berkeadilan.
Dengan pendekatan hunian vertikal yang terintegrasi, pemerintah berharap kawasan Meikarta ke depan dapat menjadi model pengembangan perumahan subsidi di wilayah perkotaan dengan kepadatan tinggi.
Selain itu, percepatan perizinan dan sinkronisasi kebijakan lintas sektor juga dinilai krusial agar proyek rusun subsidi di Meikarta dapat berjalan tepat waktu dan sesuai target. Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah.
Jika rencana ini berjalan sesuai jadwal, kawasan Meikarta berpotensi menjadi salah satu pusat hunian vertikal terbesar di Jawa Barat yang menyediakan rumah layak huni dengan harga terjangkau, sekaligus mendukung agenda nasional dalam pengurangan backlog perumahan. (nsp)