news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pramono Anung di Balaikota Jakarta, Jumat (23/1/2026)..
Sumber :
  • tvOnenews/Syifa Aulia

Walhi Kritik Gubernur Jakarta Selalu Salahkan Hujan saat Banjir, Pramono: Saya Tidak Mengulang Hal yang Sama

WALHI menilai cara Pramono dalam merespons banjir di Jakarta yakni mengulang kembali kebiasaan lama para gubernur Jakarta sebelumnya.
Jumat, 23 Januari 2026 - 13:55 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengkritik Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang selalu menyalahkan curah hujan saat terjadi banjir di Jakarta.

WALHI menilai cara Pramono dalam merespons banjir di Jakarta yakni mengulang kembali kebiasaan lama para gubernur Jakarta sebelumnya.

Menanggap hal ini, Pramono mengaku tidak masalah mendapat kritikan tersebut. Namun, dia membantah mengulang kebiasaan gubernur-gubernur sebelumnya dalam menangani banjir.

“Memang kalau teman-teman LBH nggak ngeritik itu menurut saya kurang, jadi saya memang pengen dikritik juga. Tetapi prinsipnya begini, sebenarnya saya tidak mengulang hal yang lama,” ujar Pramono di Balaikota Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Politisi PDIP itu menjelaskan Pemprov Jakarta melakukan normalisasi Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Sungai Cakung Lama yang belum pernah dilakukan oleh gubernur sebelumnya.

Pramono menyebut normalisasi sungai membutuhkan biaya yang besar. Sebab, pihaknya harus memindahkan warga yang tinggal di bantaran sungai ke rumah susun. 

“Dan ini memerlukan biaya yang cukup tinggi, dan itu saya akan lakukan dan ini pasti enggak populer karena apa? Harus memindahkan masyarakat, harus menyiapkan rumah susun dan sebagainya,” jelasnya.

“Pasti nanti di lapangan mau tidak mau suka tidak suka pasti ada singgungannya. Sehingga dengan demikian nggak apa-apa dikritik kami tetap akan menangani itu,” lanjut Pramono.

Diketahui, WALHI menyebut Pramono kembali mengulang kebiasaan lama para mantan gubernur Jakarta yang menyalahkan hujan sebagai penyebab banjir di Jakarta.

Menurutnya, hal itu menutup fakta bahwa banjir bukan karena curah hujan tinggi. Namun, ada hasil dari keputusan politik yang membiarkan alih fungsi lahan, penyempitan ruang air, hingga ekspansi pembangunan.

“Hampir 90 persen wilayah Jakarta sudah terbangun. Hal ini mengakibatkan tanah Jakarta mengalami perkerasan seperti pembetonan atau pengaspalan,” tulis WALHI di akun Instagram @pulihkanjakarta, Jumat (23/1/2026). (saa/nba)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:11
01:16
05:22
07:46
02:27
01:56

Viral