- Antara
Menlu Sugiono Jawab Posisi Indonesia di Tengah Ketegangan AS dan Denmark Terkait Greenland
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia konsisten memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif di tengah eskalasi geopolitik global.
Hal ini disampaikan Sugiono menanggapi wacana Amerika Serikat yang berniat mengakuisisi Greenland dari Denmark.
Dalam keterangannya di sela kunjungan kerja di Bad Ragaz, Swiss, Menlu Sugiono menekankan bahwa posisi Indonesia dalam menyikapi ketegangan politik antara negara-negara besar tersebut didasarkan pada prinsip non-blok.
Namun, ia mengingatkan bahwa Indonesia juga tetap mengutamakan perlindungan terhadap kepentingan dalam negeri.
"Intinya, kita ada dalam posisi non-align. Kita sadar, bahwa dunia sekarang sangat dinamis situasinya, namun kita juga harus ingat bahwa ada kepentingan nasional yang harus kita jaga," kata Sugiono, Jumat (23/1/2026).
Lebih lanjut, Sugiono menjelaskan bahwa diplomasi Indonesia akan terus berupaya menjadi jembatan perdamaian.
Menurutnya, isu kedaulatan di wilayah seperti Greenland tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga stabilitas global yang menjadi fondasi bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat internasional.
Selaras dengan visi Presiden RI, Sugiono berpendapat bahwa kemakmuran suatu bangsa tidak mungkin terwujud jika tatanan dunia berada dalam kondisi penuh konflik dan ketidakpastian.
"Tanpa stabilitas, tanpa perdamaian, tidak mungkin mencapai suatu keadaan yang di mana dunia ini makmur, di mana masyarakatnya makmur," tegasnya.
Indonesia pun berkomitmen untuk terus proaktif mendorong terciptanya keamanan internasional melalui forum-forum diplomasi dan kerja sama multilateral yang bersifat inklusif.
Menurut Sugiono, langkah ini merupakan manifestasi dari tanggung jawab Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia untuk mencegah meluasnya ketegangan geopolitik.
Menutup pernyataannya mengenai posisi pemerintah Indonesia terkait isu Greenland dan dinamika negara adidaya, Menlu Sugiono kembali menegaskan landasan prinsipil tersebut.
“Saya kira itu yang menjadi posisi kita,” ujarnya.
Hingga saat ini, ketegangan politik mengenai status wilayah Greenland terus menjadi perhatian diplomatik internasional karena lokasinya yang strategis serta potensi sumber daya alam yang dimilikinya. (ant/dpi)