- Tangkapan layar - instagram.com/yue_cooking
Pengakuan Mengejutkan Pedagang Es Gabus Diduga Spons: Ditonjok, Dikurung, dan Dagangan Dihancurkan Anggota TNI-Polri
Jakarta, tvOnenews.com – Sudrajat, pedagang es gabus yang dituding anggota kepolisian dan TNI menjual kue dicampur spons angkat bicara.
Pria berusia 50 tahun itu membeberkan kronologi panjang peristiwa yang dialaminya, mulai dari tudingan es beracun hingga dugaan pemukulan dan pengurungan selama berjam-jam.
Peristiwa itu bermula ketika Sudrajat tengah berjualan seperti biasa. Ia mengaku dituduh menjual es kue jadul berbahan spons setelah seorang anak menyampaikan laporan kepada orang dewasa di lokasi.
“Anaknya yang bilang. Pak ini es racun pak. Panggil tuh tukang es kue itu. Lalu mata-mata dia suruh beli. Disuruh bawa,” ujar Sudrajat dikutip wartawan, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menyebut, seseorang membeli lima es kue darinya, namun satu diantaranya tidak dibayar. Tak lama kemudian, situasi berubah mencekam. Sudrajat mengaku dikepung dan mengalami kekerasan fisik.
“Beli lima yang bohong satu, lama-lama saya dikepung, ditonjok,” katanya.
Saat ditanya siapa yang memukulnya, Sudrajat menyebut keterlibatan aparat.
“Polisi ama tentaranya juga,” katanya.
Sudrajat kemudian dibawa dari lokasi kejadian ke Markas Polsek Kemayoran. Menurut pengakuannya, proses pemukulan tidak berhenti di jalan. Ia menyebut pemukulan terjadi di sebuah pos.
“Dibawa ke mobil, dibawa ke Polsek kemayoran,” ujarnya.
Dalam kondisi tertekan, Sudrajat mengaku dipaksa mengakui sesuatu yang bukan perbuatannya.
“Ampun pak, ampun pak. Bukan punya saya, punya bos. Kalo gak percaya ikut aja, ke depok lama (pabrik pembuat kue),” tuturnya menirukan ucapannya saat itu.
Ia mengaku sempat diminta makan, lalu kembali dimasukkan ke mobil. Namun trauma sudah telanjur membekas. Dirinya juga diperingati untuk tidak jualan di sana lagi. Akibat kejadian tersebut, Sudrajat mengaku mengalami trauma dan gangguan kesehatan.
“Iya trauma, pusing kepala saya,” kata dia.
Sudrajat yang telah berjualan es kue selama 30 tahun itu menyebut mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Ia juga mengaku dikurung di pos selama sekitar satu jam.
“Luka di wajah, di dada dipukul, tiga kali dipukul pake selang dan ditendang,” katanya.
“Di sana saya dikurung, sampai nangis. (Dikurung) 1 jam. Jam tiga sore sampai magrib,” ucapnya.