- Antara
Terungkap Alasan Mahendra Siregar Mundur dari Jabatan Ketua OJK
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, beserta sejumlah pejabat teras Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lainnya secara resmi menyatakan pengunduran diri dari jabatan mereka pada Jumat (30/1).
Selain Mahendra, nama lainnya yang ikut menanggalkan jabatan adalah Inarno Djajadi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
Langkah serupa juga diambil I.B. Aditya Jayaantara yang menjabat sebagai Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK).
Dalam pernyataan resminya di Jakarta, Mahendra Siregar menegaskan bahwa keputusan kolektif ini merupakan wujud nyata dari integritas profesional.
Ia menyebut langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral guna mendukung proses pemulihan yang saat ini tengah diupayakan di sektor keuangan.
Prosedur pengunduran diri ini telah diajukan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku, merujuk pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK, yang kini telah diperkuat oleh UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Demi menjaga stabilitas dan pelayanan kepada masyarakat serta pelaku industri, OJK memastikan bahwa roda organisasi tidak akan terhenti.
Untuk sementara waktu, tugas dan kewenangan Ketua Dewan Komisioner, KE PMDK, dan DKTK akan dijalankan sesuai tata kelola transisi guna menjamin keberlangsungan kebijakan serta pengawasan pasar.
OJK berkomitmen penuh untuk tetap menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik melalui penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi yang ketat di tengah masa transisi kepemimpinan ini.
Gelombang pengunduran diri ini sebelumnya diawali oleh Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, yang menyampaikan pengunduran dirinya pada Jumat pagi.
Iman menjelaskan bahwa keputusan pahit ini harus diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dinamika pasar modal Indonesia yang mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.
"Walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya-jawab, bahwa saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin. menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," ujar Iman.
Meski memilih untuk mundur dari kursi kepemimpinan, Iman menaruh harapan besar agar pasar modal dalam negeri segera bangkit dan menemukan momentum penguatan kembali.
"Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal, semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik," ujar Iman. (ant/dpi)