news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Drama OJK dan Efek Domino ke IHSG, Analis Ungkap Akar Masalah Bukan Sekadar Teknis.
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Drama OJK dan Efek Domino ke IHSG, Analis Ungkap Akar Masalah Bukan Sekadar Teknis

Pengunduran diri Ketua OJK Mahendra Siregar bersama dua pejabat kunci pengawasan pasar modal dinilai pasar sebagai sinyal adanya persoalan struktural yang
Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:53 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pengunduran diri Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar bersama dua pejabat kunci pengawasan pasar modal dinilai pasar sebagai sinyal adanya persoalan struktural yang lebih dalam.

Dampaknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam volatilitas lebar, mencerminkan ketidakpastian arah di tengah krisis kepercayaan investor.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai dari perspektif pasar, langkah mundurnya para petinggi OJK menegaskan bahwa masalah yang dihadapi tidak bersifat jangka pendek atau teknis semata.

“Namun dari perspektif pasar, langkah tersebut justru menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi bukan sekadar isu teknis jangka pendek, melainkan akumulasi masalah struktural yang selama ini tertunda penyelesaiannya,” ujar Hendra saat dihubungi, Sabtu (31/1/2026).

Dalam jangka pendek, kondisi tersebut tercermin jelas pada pergerakan IHSG yang berfluktuasi tajam dalam rentang 8.210 hingga 8.550. Menurut Hendra, pergerakan lebar ini menunjukkan tarik-menarik kuat antara sentimen negatif akibat ketidakpastian institusional dan aksi beli selektif pada saham-saham berfundamental kuat.

“Rentang yang luas ini mencerminkan tarik-menarik kuat antara sentimen negatif akibat ketidakpastian institusional dan upaya bargain hunting pada saham-saham berfundamental kuat,” jelasnya.

Ia menilai, pola pergerakan tersebut menjadi indikasi bahwa pasar belum memiliki keyakinan arah yang solid. Setiap katalis negatif dengan mudah memicu tekanan jual, sementara sentimen positif hanya mendorong penguatan terbatas dan bersifat teknikal.

Memasuki perspektif jangka menengah hingga panjang, Hendra melihat pengunduran diri para petinggi OJK berpotensi menjadi momentum penting untuk mempercepat pembenahan pasar modal nasional, asalkan diikuti langkah nyata dan konsisten dari regulator.

“Percepatan reformasi free float, penegakan exit policy, peningkatan transparansi kepemilikan saham, serta penguatan tata kelola Bursa Efek Indonesia akan menjadi kunci untuk menurunkan volatilitas dan mengembalikan tren penguatan IHSG secara lebih berkelanjutan,” katanya.

Ia menegaskan, pasar tidak akan berhenti pada figur yang mundur, melainkan pada respons kebijakan setelahnya.

“Pada akhirnya, pasar akan menilai bukan pada siapa yang mundur, melainkan pada apa yang dilakukan setelahnya,” tegas Hendra.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:20
02:24
03:50
01:11
01:32
00:45

Viral