news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis.
Sumber :
  • Tangkapan layar

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Kamis, 5 Februari 2026 - 00:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDIP, Selly Andriany Gantina turut prihatin atas peristiwa kemanusiaan yang terjadi.

Selly Gantina mengungkap bahwa peristiwa siswa SD yang memilih mengakhiri hidupnya itu merupakan potret nyata kemiskinan struktural di tanah air.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDIP, Selly Andriany Gantina
Sumber :
  • Istimewa

Menurutnya hal ini terjadi akibat adanya kegagapan negara dalam menjamin hak dasar anak atas pendidikan dan kehidupan yang layak. 

Terlebih kasus tersebut didasari oleh sang siswa yang tak memiliki buku pelajaran dalam pendidikan hingga permasalahan kemiskinan struktural menjadi momok bagi bangsa ini.

"Saya menegaskan bahwa kemiskinan tidak hanya soal keterbatasan ekonomi, tetapi juga soal runtuhnya martabat, kesehatan mental, dan perlindungan sosial, terutama bagi perempuan dan anak," kata Selly kepada awak media, Jakarta, Rabu (3/2/2026).

Kasus tersebut semakin menyobek hari mengingat sang siswa merupakan anak yatim dengan ekonomi keluarga yang hanya ditopang sang ibu.

Selly mengungkap temuan dari banyaknya keluarga miskin dengan beban ekonomi yang dipikul oleh sang ibu.

Alhasil, anak-anak menjadi pihak paling rentan yang menanggung dampak secara psikologis dan sosial. 

Ia pun menegaskan negara tidak boleh dia dan seakan menutup mata terhadap realita kehidupan rakyatnya terlebih pemenuhan hak pendidikan anak serta fasilitas penopangnya.

Selly menegaskan konstitusi dengan jelas menempatkan pendidikan sebagai hak dasar setiap warga negara. 

"Tragedi ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan belum sepenuhnya berpihak pada kelompok paling rentan," ungkapnya.

Selly mengaku dalam Rakernas I PDIP Tahun 2026, partainya secara tegas menegaskan garis ideologis keberpihakan kepada wong cilik, perempuan, dan anak.

Ia mengaku partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu dengan tegas mendorong negara untuk memerangi kemiskinan ekstrem, memperkuat perlindungan sosial yang menyentuh akar persoalan, serta memastikan pemenuhan hak dasar rakyat secara nyata, bukan sebatas administratif. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:57
16:35
03:01
06:45
02:08
03:21

Viral