- Antara
Gempa Dangkal Magnitudo 2,9 Guncang Kota Bandung Jumat Siang
Jakarta, tvOnenews.com - Wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, dilanda gempa tektonik berkekuatan magnitudo 2,9 pada Jumat (6/2) siang sekitar pukul 13.45 WIB. Peristiwa ini dilaporkan terjadi akibat adanya pergerakan sesar aktif di wilayah setempat.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, memaparkan bahwa berdasarkan hasil analisis, pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 6.86 LS dan 107.74 BT.
Titik tersebut berada tepat di wilayah Kota Bandung dengan tingkat kedalaman yang sangat dangkal, yakni 5 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif wilayah setempat,” kata Teguh dalam keterangan tertulisnya.
Guncangan tersebut dirasakan oleh warga Kota Bandung dengan skala intensitas II hingga III MMI.
Pada skala ini, getaran biasanya dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda ringan yang digantung bergoyang. Beberapa warga bahkan merasakan getaran nyata di dalam rumah, layaknya ada truk besar yang melintas.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, hingga saat ini otoritas terkait belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Selain itu, pantauan BMKG hingga pukul 14.03 WIB menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa susulan yang terjadi.
Teguh Rahayu mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tidak mudah memercayai isu-isu yang sumbernya tidak jelas atau tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menegaskan agar warga hanya merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, BMKG mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Hal ini mencakup pengecekan ketahanan bangunan rumah, penyediaan tas siaga bencana, hingga rutin melakukan simulasi penyelamatan diri saat gempa.
“Perkuat juga mitigasi bencana baik struktural maupun kultural dan melakukan edukasi secara masif terkait potensi gempa dan dampak serta mitigasinya,” ujar Teguh. (ant/dpi)