news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Satu Keluarga Tewas di Warakas Jakut.
Sumber :
  • x.com/@wongdalang

Murni Pembunuhan Berencana, Senyawa Racun Tikus Ditemukan di Jasad Tiga Korban Keracunan di Warakas Jakarta Utara

Peneliti Riset Toksikologi Kimia, Departemen Kimia, Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Indonesia Budiawan menemukan senyawa racun tikus di jasad tiga korban keracunan di Warakas. 
Jumat, 6 Februari 2026 - 15:42 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Peneliti Riset Toksikologi Kimia, Departemen Kimia, Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Indonesia Budiawan menemukan senyawa racun tikus di jasad tiga korban keracunan di Warakas

Sebelumnya diberitakan, kasus keracunan di Jalan Warakas, Gang 10, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 2 Januari 2026 menewaskan tiga orang di sebuah rumah kontrakan. 

Korban yang dinyatakan meninggal dunia, yakni AAB (13), SS (50) dan AAL (27). Sementara itu, satu korban selamat berinisial ASJ (22) ditetapkan sebagai tersangka. 

“Berdasarkan hasil temuan yang kami dapat dari Laboratorium Kriminologi, tentunya kami melihat data yang diperoleh saat itu, yang ditemukan adalah zinc phosphate,” ujarnya, Jumat (6/2/2026). 

Budiawan memaparkan zinc phosphate adalah senyawa kimia yang terdiri dari Zn dan phosphine.

Senyawa ini dikenal sebagai racun tikus atau biasanya disebut Rodentisida. Bahan-bahan tersebut, kata dia, beracun bagi sel tubuh manusia. 

Budiawan mengatakan Rodentisida ditemukan di dalam lambung korban.

Berdasarkan hasil temuan, zinc phosphate itu berubah menjadi phosphane dan menyebar ke seluruh organ. 

“Sehingga zinc phosphate ini memang harus kita hati-hati dalam kaitannya dengan penyalahgunaan. Dalam konteks penggunaan yang namanya zinc phosphate yang ada dalam racun tikus,” terangnya. 

Sementara itu, Kepala Urusan Subbit Toksikologi Lingkungan Bidang Kimia dan Biologi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri Azhar Darlan mengatakan pihaknya menerima barang bukti dua buah kantong cokelat yang diambil di TKP dan dari hasil autopsi di rumah sakit.

“Untuk di lokasi kejadian ada 14 item berupa botol minum dan lainnya dan 39 item dari hasil autopsi. Semua total ada 43 item,” terangnya. 

Azhar menyebut item yang diambil berupa isi lambung, hati, usus, paru, ginjal, jantung, urine, otak dan iga. 

Dari yang masih hidup, kata dia, item tersebut diambil dari darah dan urine.

Pemeriksaan toksikologi turut dilakukan dari barang bukti tersebut yang juga mencakup pemeriksaan pestisida, alkohol, arsen, sianida, bahan kimia dan obat-obatan lainnya.

Dia menyebut pemeriksaan itu dilakukan dengan metode conway microdiffusion test. Lalu dilakukan juga reset test dan serangkaian tes lainnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:24
01:11
03:11
07:15
06:13
15:24

Viral