- Istimewa
Pelaku Usaha Adopsi Skema Drive Thru
Jakarta, tvOnenews.com - Meningkatnya mobilitas warga perkotaan mendorong perubahan pola konsumsi, termasuk dalam cara masyarakat memperoleh makanan dan minuman. Konsep layanan tanpa turun dari kendaraan yang selama ini lekat dengan restoran cepat saji kini mulai diadopsi oleh pelaku usaha minuman.
Di Cibinong, Kabupaten Bogor, sebuah gerai jus buah memperkenalkan layanan drive thru yang difokuskan pada minuman berbasis buah segar. Outlet yang berada di Jalan Raya Sukahati tersebut sebenarnya telah beroperasi sejak akhir 2025, namun sistem drive thru baru diterapkan pada awal 2026.
Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap kebutuhan konsumen yang menginginkan kepraktisan tanpa mengabaikan aspek kesehatan. Beragam pilihan minuman ditawarkan, mulai dari jus buah tunggal seperti mangga, nanas, lemon, semangka, dan stroberi, hingga varian kombinasi. Selain itu, tersedia pula beberapa minuman berbasis teh serta camilan ringan.
Co-Founder Jus Antara, Reyner Iskandar, mengatakan bahwa penerapan konsep tersebut didorong oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin dinamis.
“Drive thru memungkinkan pelanggan memperoleh minuman dengan lebih cepat tanpa perlu keluar dari kendaraan. Ini merupakan penyesuaian terhadap pola aktivitas masyarakat yang serba cepat, dengan tetap menjaga kualitas produk,” ujar Reyner.
Ia menambahkan, konsep tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memperluas pemaknaan drive thru yang selama ini identik dengan makanan cepat saji.
“Kami melihat layanan semacam ini tidak harus terbatas pada fast food. Minuman berbasis buah segar juga bisa disajikan melalui mekanisme yang praktis,” katanya.
Sementara itu, Co-Founder Jus Antara lainnya, Vincent Lie, menjelaskan bahwa penerapan drive thru masih dilakukan secara bertahap dan tidak seluruh gerai akan menggunakan konsep serupa.
“Model ini membutuhkan dukungan lokasi, terutama ketersediaan lahan yang memadai serta akses kendaraan yang baik. Karena itu, penerapannya akan disesuaikan dengan karakteristik tiap area,” jelas Vincent.
Menurutnya, faktor operasional juga menjadi perhatian dalam pengembangan layanan tersebut. Proses penyajian dirancang lebih ringkas, namun standar bahan baku dan konsistensi rasa tetap dipertahankan.
“Kecepatan layanan tidak boleh mengurangi mutu produk. Kami tetap menjaga standar bahan baku, proses, dan rasa,” ujarnya.