news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Larva lalat belatung ditemukan siswa SDN 1 Labulia Kecamatan Jongga Lombok Tengah pada menu MBG saat hendak menyantapnya..
Sumber :
  • Herman Zuhdi/tvOne

Viral! Belatung Muncul di Makanan Program MBG di Dua SD Lombok Tengah

Sejumlah siswa di dua sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, menemukan belatung pada menu makanan yang mereka santap dari Program MBG.
Rabu, 11 Februari 2026 - 14:22 WIB
Reporter:
Editor :

Lombok, tvOnenews.com - Sejumlah siswa di dua sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, menemukan belatung pada menu makanan yang mereka santap dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Temuan jenis larva lalat atau belatung ini, ditemukan pada buah potong sajian pelengkap menu yang mereka terima.

“Gurunya kemarin kan nge-upload di media sosial, akhirnya ini jadi berita yang mungkin dikatakan cukup viral,” ujar Kepala Sekolah SDN 1 Labulia, Amin kepada wartawan, Rabu (11/02/26)

Ia menegaskan, kejadian itu bukan sekadar isu, melainkan laporan langsung dari siswa yang menerima makanan.

“Karena memang kenyataan, kebetulan ini yang temukan anak, itu hanya satu yang melapor sebenarnya ada yang lain,” katanya.

Menurut Amin, buah naga yang dibagikan kepada siswa dipotong menjadi beberapa bagian, sehingga kemungkinan terkontaminasi, dari salah satu buah naga yang sudah busuk.

Saat jam makan, seorang siswa kelas tiga mendatangi guru untuk melapor.

“Kemudian lapor kepada saya, katanya, pak guru kok ada ulat di buahnya?” tutur Amin.

Mendapat laporan tersebut, pihak sekolah langsung mendokumentasikan dan melakukan verifikasi sebelum meneruskan ke penyedia makanan.

“Nah itu yang saya foto, kemudian verifikan, saya langsung kirim ke SPPG-nya di grup,” lanjutnya.

Namun, Amin menyayangkan SPPG tidak merespon cepat laporan pertama disampaikan. Karena, kejadian serupa juga terjadi di sekolah lain pada hari yang sama.

Terpisah, Kepala SPPG Tandek Labulia, Ahmad Tambih, mengakui adanya temuan tersebut. 

Ia menegaskan pihaknya selama ini berupaya menjaga kualitas makanan yang disalurkan ke siswa.

“Selalu kami cek, pokoknya kami selalu berupaya untuk memastikan setiap yang diterima oleh penerima manfaat ini adalah barang yang bagus, higienis, bersih, dan bergizi,” katanya.

Meski begitu, ia tidak menampik adanya kelalaian dalam proses distribusi.

“Itu yang kami upayakan, bahwa kami teledor, ya kami salah dan kami mohon maaf,” ucapnya.

Tambih memastikan evaluasi langsung dilakukan dengan memperketat pengawasan bahan baku hingga tahap pengolahan.

“Saya berkoordinasi dengan tim persiapan dan tim backing, pokoknya jangan sampai ada barang yang rusak kita salurkan ke siswa,” pungkasnya. (hzi/muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:40
03:36
01:00
01:21
03:05
02:53

Viral