news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti.
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews

Dirut BPJS: 102.921 Peserta PBI Katastropik Sudah Diaktifkan Lagi, Sebut Isu 120 Ribu “Gorengan”

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti luruskan polemik penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang disebut berdampak pada 120 ribu pasien.
Rabu, 11 Februari 2026 - 17:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti meluruskan polemik penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang disebut berdampak pada 120 ribu pasien penyakit katastropik.

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (11/2/2026), Ghufron menjelaskan angka tersebut merupakan hasil identifikasi awal dan kini sebagian besar sudah diaktifkan kembali.

“Yang disampaikan Pak Menkes 120 ribu, sebetulnya diidentifikasi nih. Jadi begini, sistem penonaktifan itu yang khusus PBI nih, karena sedang ramai, dari Kemensos itu ada keputusan, terutama SK nomor 3 tahun 2026, berlaku 1 Februari. Itu tertanggalnya di situ 22 Januari,” kata Ghufron.

Ia menjelaskan, data penonaktifan berasal dari keputusan Kementerian Sosial yang kemudian didaftarkan ke BPJS untuk kepesertaan Februari 2026.

“Dari Kemenkes lalu didaftarkan ke BPJS untuk tahun 2026 Februari itu ini jumlahnya, kayak gitu, berbasis pada keputusan yang keputusan Kemensos tadi. BPJS juga enggak tahu berapa yang dinonaktifkan, yang tidak nonaktifkan dalam pengertian tidak berhak PBI, lalu dicocokkan, lalu kemudian surat itu dilaporkan kepada Kemenkes dan Kemensos, oh sekian berarti sekian,” ujarnya.

Menurut Ghufron, dari hasil identifikasi ditemukan sekitar 120 ribu peserta yang tengah menderita penyakit berbiaya katastropik.

“Itu diidentifikasi yang disampaikan Menkes 120 ribu, itu yang sedang punya penyakit berbiaya katastropik, kalau penyakit sendiri enggak ada penyakit katastropik. Nah, penyakit yang berbiaya katastropik, itu ada emang 120 ribu, tepatnya 120.472,” jelasnya.

Namun setelah dilakukan pencocokan ulang oleh Kemensos, jumlah tersebut berkurang karena sebagian peserta sudah pindah segmen atau melapor ke dinas sosial dan diaktifkan kembali.

“Nah, oleh Kemensos dicocokkan lagi. Sekarang sudah aktif kembali, yang butuh cuci darah segala macam itu yang ramai ini sudah diaktifkan kembali, jadi sebetulnya sudah selesai ini. Tapi kan gorengannya belum selesai itu masalahnya,” katanya.

Ghufron menegaskan, angka terbaru yang sudah diaktifkan kembali mencapai 102.921 peserta.

“Jadi itu ada 102.921. Jadi bukan 120. Kenapa begitu? Karena sebagian sudah pindah segmen mengaktifkan, atau sebagian sudah lapor ke dinas sosial, lalu dicocokkan, oh dia perlu pelayanan, diaktifkan lagi. Jadi tinggal 102.921 itu sekarang sudah diaktifkan,” tegasnya. (rpi/iwh)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:26
01:07
01:15
01:56
01:13
05:12

Viral