- Dokumentasi BPMI Istana Negara
Respons Menohok PDIP Terkait Hasil Survei Kepuasan Publik Tehadap Prabowo yang Hampir 80 Persen
Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memberikan tanggapan terkait rilis terbaru Indikator Politik Indonesia yang menempatkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto di angka 79,9 persen.
Hasto menyebut, bahwa kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah tidak harus berdasarkan dengan angka ataupun statistik.
Menurutnya, kepuasan ini harus dinilai dari kinerja nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat kecil, seperti mengatasi kemiskinan dan pengangguran.
"Approval rating itu sepertinya terus-menerus dijadikan indikator utama. Padahal, tugas pemimpin adalah mengatasi kemiskinan, pengangguran, serta merancang kebijakan yang membangun harapan masa depan," ujar Hasto kepada awak media di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Hasto juga menyinggung soal kasus tragis di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana seorang siswa sekolah dasar dikabarkan mengakhiri hidupnya akibat himpitan ekonomi.
Dengan adanya kasus ini, menjadi pengingat bahwa tanggung jawab negara sesuai konstitusi yakni memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantantar. Hal ini masih menjadi tantangan besar di tengah klaim tingginya kepuasan publik.
"Apa yang terjadi di NTT, ada anak kecil yang bunuh diri karena tidak mampu membeli alat tulis. Hal itu mencerminkan bahwa approval rating saja tidak cukup," tegasnya.
Oleh karena itu Hasto mengungkapkan, posisi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang yang siap memberikan masukan agar pemerintah tidak terlena dengan angka survei, melainkan tetap fokus pada kerja nyata.
"Kita bertanggung jawab agar negara selalu hadir. PDI Perjuangan siap menjadi mitra dalam mendorong gagasan-gagasan positif agar kerja nyata benar-benar menjadi kriteria utama bagi rakyat," tandasnya.
Diketahui, berdasarkan data dari Indikator Politik Indonesia, dari total 79,9 persen responden yang merasa puas, sebanyak 13 persen menyatakan "sangat puas" sementara 66,9 persen lainnya menyatakan "puas". Survei ini melibatkan 1.220 responden sebagai sampel.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, memberikan catatan menarik bahwa angka approval rating Presiden Prabowo kali ini cukup signifikan.
Jika ditarik ke belakang, angka tersebut bahkan melampaui tingkat kepuasan publik yang diraih Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada awal masa jabatannya di tahun 2004, serta Presiden ke-7 Joko Widodo saat memulai periode pertamanya pada tahun 2014. (aha/muu)