- Istimewa
Tiffany & Co Punya Lebih 300 Cabang Dunia, Ikon Perhiasan Mewah yang Kini 3 Gerainya di Jakarta Disegel Bea Cukai
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Tiffany & Co. dikenal sebagai simbol kemewahan global. Rumah perhiasan asal Amerika Serikat ini mengoperasikan lebih dari 300 toko ritel di seluruh dunia, menjadikannya salah satu peritel perhiasan mewah terbesar dan paling berpengaruh secara internasional.
Jaringannya tersebar di Amerika Serikat, Eropa, Asia-Pasifik, hingga Jepang, dengan flagship store legendaris di Fifth Avenue, New York. Di bawah naungan grup mewah asal Prancis, LVMH, ekspansi Tiffany & Co terus diperkuat melalui gerai-gerai premium di kota-kota utama dunia.
Namun di tengah reputasi globalnya, tiga gerai Tiffany & Co di Jakarta resmi disegel Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jakarta terkait dugaan pelanggaran administrasi impor barang mewah.
Lebih dari 300 Cabang di Dunia
Tiffany & Co dikenal sebagai pemain utama di industri perhiasan mewah global dengan lebih dari 300 toko ritel. Kehadirannya tidak hanya di Amerika, tetapi juga di kawasan Asia-Pasifik yang menjadi pasar penting produk luxury.
Sebagai bagian dari LVMH, Tiffany & Co masuk dalam divisi Watches & Jewelry yang menaungi sejumlah merek kelas dunia. Akuisisi oleh LVMH pada 2019 memperkuat posisi Tiffany sebagai brand perhiasan premium dengan jaringan distribusi global yang semakin luas.
Ekspansi yang konsisten membuat Tiffany & Co menjadi standar perhiasan mewah internasional, baik untuk cincin pertunangan, pernikahan, hingga koleksi berlian eksklusif.
Kenapa Tiffany & Co Sangat Prestige?
Prestise Tiffany & Co tidak lahir dalam semalam. Merek ini didirikan pada 1837 oleh Charles Lewis Tiffany di New York. Sejak awal, perusahaan ini membangun citra sebagai penyedia permata langka dan perhiasan dengan standar kualitas tinggi.
Beberapa faktor yang membuat Tiffany & Co sangat prestige:
-
Reputasi Internasional
Lebih dari 180 tahun eksistensi menjadikan Tiffany simbol kemewahan klasik. -
Standar Berlian Ketat
Tiffany dikenal memiliki standar seleksi berlian yang tinggi, termasuk aspek kejernihan, warna, dan potongan. -
Desain Timeless
Model seperti cincin solitaire dan listring menjadi ikon yang tidak lekang oleh waktu. -
Craftsmanship Superior
Pengerjaan detail dan kualitas finishing menjadi daya tarik utama. -
Brand Image Global
Kemasan kotak biru khas “Tiffany Blue” bahkan menjadi identitas yang diakui dunia.
Prestise ini membuat Tiffany & Co bukan sekadar perhiasan, tetapi simbol status dan investasi gaya hidup.
Mengapa Diminati di Indonesia?
Di Indonesia, Tiffany & Co menjadi pilihan utama bagi kalangan menengah atas, terutama untuk cincin pertunangan dan pernikahan. Faktor prestise internasional membuat banyak konsumen menjadikan Tiffany sebagai simbol pencapaian.
Beberapa alasan Tiffany & Co diminati di Indonesia:
-
Status sosial yang melekat pada merek global
-
Standar kualitas berlian yang dianggap premium
-
Desain elegan yang cocok untuk acara formal maupun pernikahan
-
Kehadiran gerai resmi di Jakarta yang memberi rasa aman dalam transaksi
Meskipun harga produk Tiffany & Co berada di kisaran jutaan hingga puluhan juta rupiah, bahkan lebih, konsumen melihatnya sebagai pembelian jangka panjang yang memiliki nilai emosional dan eksklusivitas.
Tiga Gerai di Jakarta Disegel Bea Cukai
Di tengah citra mewah tersebut, tiga gerai Tiffany & Co di Jakarta disegel oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Jakarta.
Gerai yang disegel berada di pusat perbelanjaan ternama:
-
Plaza Senayan
-
Plaza Indonesia
-
Pacific Place
Penyegelan dilakukan terkait dugaan pelanggaran administrasi dalam pemberitahuan impor barang. Otoritas menyebut terdapat dugaan barang bernilai tinggi yang tidak diberitahukan dalam dokumen kepabeanan.
Meski demikian, tindakan tersebut masih dalam ranah administratif, bukan pidana. Pihak manajemen diberi kesempatan memberikan klarifikasi kepada otoritas.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan merek global dengan reputasi premium. Di satu sisi, Tiffany & Co dikenal sebagai ikon perhiasan dunia dengan ratusan cabang dan standar kualitas tinggi. Di sisi lain, pengawasan terhadap kepatuhan impor barang mewah di Indonesia kini semakin diperketat.
Bagi pasar Indonesia, peristiwa ini menjadi sorotan besar karena menyangkut salah satu brand perhiasan paling bergengsi di dunia yang selama ini identik dengan eksklusivitas dan kemewahan. (nsp)