news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden RI, Prabowo Subianto saat memberikan penghargaan kepada Wakapolri, Komjen Dedy Prasetyo..
Sumber :
  • Dokumentasi BPMI Istana Negara

Prabowo Minta Polri Kuat Hadapi Hujatan, Bandingkan dengan TNI yang Pernah Dituduh Penjahat Perang

Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta jajaran Polri tidak goyah menghadapi derasnya kritik publik. Ia menilai sorotan tajam masyarakat merupakan konsekuensi yang melekat pada profesi aparat negara.
Jumat, 13 Februari 2026 - 14:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta jajaran Polri tidak goyah menghadapi derasnya kritik publik. Ia menilai sorotan tajam masyarakat merupakan konsekuensi yang melekat pada profesi aparat negara.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian dan peletakan batu pertama 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Di hadapan pimpinan dan anggota kepolisian, Prabowo mengingatkan bahwa tekanan serupa pernah dialami Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia menilai institusi militer bahkan pernah menjadi sasaran tudingan serius.

“Saya tahu saudara-saudara, polisi banyak jadi sasaran, itu risiko. TNI juga dulu jadi sasaran. Jenderal-jenderal kita yang paling hebat, paling jago, ya kan, dimaki-maki, dituduh-tuduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM,” kata Prabowo.

Menurutnya, kritik dan hujatan merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai aparat yang memegang otoritas negara. Karena itu, ia meminta kepolisian memahami posisi tersebut dan tetap menjalankan tugas.

Prabowo juga menegaskan pandangannya bahwa selama ini TNI tidak pernah menyasar masyarakat sipil dalam operasi militernya.

“Rasanya TNI nggak pernah ngebom rumah sakit selama sejarahnya TNI, rasanya TNI nggak pernah bom panti asuhan, rasanya TNI nggak pernah bom sekolah, nggak pernah bom gereja atau masjid,” ujarnya.

Melalui pernyataan tersebut, Prabowo ingin menanamkan ketahanan mental kepada aparat keamanan agar tidak terpengaruh tekanan opini publik, sekaligus menegaskan bahwa kritik merupakan konsekuensi dari posisi strategis aparat dalam menjaga negara. (agr/dpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral