- Antara
Bukan Siswa Sekolah, Ternyata Ini Kelompok yang Paling Berhak Dapat MBG Duluan
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi penting terkait sasaran utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ternyata, program ini tidak hanya menyasar anak sekolah, melainkan memberikan prioritas tertinggi kepada kelompok "3B", yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Dalam rapat konsolidasi di Provinsi Lampung pada Sabtu (14/2), Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, meluruskan anggapan masyarakat yang selama ini menganggap program ini hanya fokus pada institusi pendidikan.
"Ini juga ada kekeliruan pemahaman seharusnya ketika dapur MBG baru dibangun oleh mitra yang utama dicari atau penerima manfaat itu balita, ibu hamil dan ibu menyusui," tegas Sony Sonjaya.
Sony menjelaskan bahwa meski ada sekitar 77 negara di dunia yang menjalankan program makan di sekolah, skema yang diterapkan di Indonesia memiliki nilai tambah yang tidak ditemukan di negara lain.
Keunikannya terletak pada perhatian ekstra terhadap kelompok rentan di luar lingkungan sekolah.
"Ini yang merupakan keunggulan dari program MBG ini. Hanya di Indonesia ada program makan yang makanannya diantar ke rumah oleh kader-kader di puskesmas siapa yang mendapatkanya ibu hamil dan ibu menyusui itulah keunggulannya, di negara lain tidak ada," lanjutnya.
Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin memastikan intervensi gizi dilakukan tepat pada 1.000 hari pertama kehidupan demi menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.
Fokus utamanya adalah menjaga tumbuh kembang anak sejak masih dalam kandungan.
"Jadi kita bisa lihat bahkan dari dalam perut, dalam bentuk janin ini sudah diperhatikan oleh pemerintah. Jadi pola pikirnya harus disamakan dahulu bahwa yang harus diberi makanan bergizi gratis ini adalah 3B. Ini yang harus diutamakan bukan datang dulu ke sekolah mendata penerima manfaat lalu melakukan kerjasama," kata Sony.
Sony mengajak seluruh mitra dan masyarakat untuk mengubah pola pikir lama.
Meskipun peserta didik tetap mendapatkan manfaat, fokus awal pembangunan fasilitas dapur MBG harus ditujukan untuk menjamin gizi kelompok rentan terlebih dahulu.
"Mari kita rubah pemahamannya dan pahami tujuannya bahwa berikan gizi terhadap kelompok rentan balita ibu hamil dan ibu menyusui baru ditambah dengan peserta didik. Mengapa demikian ini bukan sekedar memberikan makan tapi bagaimana merencanakan Indonesia ke depan, 2045 kita siapkan dari sekarang," ujarnya. (ant/dpi)