news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemulihan Pascabencana Sumatera Bergerak Cepat, Layanan Dasar Kembali Norma.
Sumber :
  • Istimewa

Pemulihan Pascabencana Sumatera Bergerak Cepat, Layanan Dasar Kembali Normal

IBSW apresiasi respons cepat pemerintah dalam pemulihan pascabencana Sumatera, soroti pembangunan hunian, infrastruktur, dan layanan publik.
Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:14 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kinerja pemerintah dalam menangani dan memulihkan dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera mendapat apresiasi dari Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW). Lembaga pemantau birokrasi dan pelayanan publik tersebut menilai respons cepat yang dilakukan dalam dua bulan terakhir menunjukkan pola kerja yang efektif dan terkoordinasi.

Wilayah terdampak mencakup Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam situasi pascabencana yang penuh tantangan, pemerintah dinilai mampu mengeksekusi langkah pemulihan secara terukur, mulai dari pembangunan hunian, perbaikan infrastruktur, hingga pemulihan layanan dasar masyarakat.

Ketua IBSW, Nova Andika, menyampaikan bahwa percepatan pemulihan yang berlangsung dalam kurun waktu relatif singkat menjadi preseden positif bagi wajah birokrasi pelayanan publik di Indonesia. Ia menilai koordinasi lintas kementerian dan lembaga berjalan efektif tanpa hambatan administratif yang berarti.

Menurut Nova, pemaparan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait capaian pemulihan menunjukkan bahwa penyederhanaan birokrasi dan pengawasan langsung dari pimpinan nasional mampu mempercepat proses kerja di lapangan. Model kerja tersebut dinilai mencerminkan pendekatan birokrasi yang berorientasi pada pelayanan, bukan sekadar administratif.

Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan sejumlah capaian konkret. Dalam dua bulan, tercatat pembangunan 5.500 unit rumah hunian bagi warga terdampak. Selain itu, 98 jembatan telah diperbaiki dan 99 ruas jalan nasional kembali difungsikan. Di tengah kondisi pascabencana yang kompleks, capaian tersebut dinilai sebagai langkah signifikan untuk memulihkan konektivitas dan mobilitas masyarakat.

Pemulihan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur fisik. Sektor pelayanan dasar dan aktivitas ekonomi juga menjadi perhatian. Sebanyak 87 rumah sakit dan 867 puskesmas telah kembali beroperasi. Hampir seluruh sekolah di wilayah terdampak juga telah membuka kembali kegiatan belajar mengajar. Lebih dari seratus pasar rakyat serta ratusan gerai swalayan kembali beraktivitas, menandakan roda ekonomi mulai bergerak stabil.

IBSW menilai pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya membangun kembali fasilitas fisik, tetapi juga memulihkan denyut kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Keberlanjutan layanan kesehatan, pendidikan, dan perdagangan menjadi faktor penting dalam memastikan masyarakat dapat bangkit secara menyeluruh.

Peran Kementerian Komunikasi dan Digital juga mendapat sorotan khusus. IBSW menilai langkah cepat dalam memulihkan jaringan telekomunikasi dan menjaga arus informasi menjadi elemen krusial dalam manajemen krisis. Pendirian Media Center Terpadu dan posko informasi di sejumlah titik vital di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dinilai membantu koordinasi antarpetugas sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat.

Keberadaan pusat informasi tersebut juga berfungsi sebagai sarana penyampaian pembaruan harian serta pencegahan penyebaran informasi yang tidak benar di masa darurat. Stabilitas komunikasi dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik selama proses pemulihan berlangsung.

IBSW juga mengapresiasi instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok di daerah terdampak tetap terjaga, terutama menjelang bulan Ramadan. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi riil masyarakat yang tengah memulihkan diri dari dampak bencana.

Model pemantauan real-time yang diterapkan pemerintah pusat turut menjadi perhatian. Presiden disebut mewajibkan jajaran satuan tugas dan menteri terkait untuk memberikan pembaruan berkala mengenai progres pemulihan. Pola pengawasan langsung ini dinilai mendorong percepatan kerja aparatur negara di lapangan.

Menurut IBSW, keberhasilan koordinasi lintas sektoral dalam pemulihan pascabencana Sumatera dapat dijadikan standar percontohan untuk penanganan krisis di wilayah lain. Kecepatan penyaluran anggaran, efektivitas koordinasi, serta sinergi antara pusat dan daerah dinilai menjadi kunci keberhasilan.

Meski demikian, IBSW mengingatkan pentingnya konsistensi kinerja hingga seluruh proses pemulihan tuntas. Pemerintah daerah diharapkan mampu menjaga ritme kerja yang sejalan dengan pemerintah pusat, terutama dalam penyaluran bantuan langsung kepada warga terdampak.

Sebagai lembaga pemantau birokrasi, IBSW menilai kehadiran negara dalam situasi darurat harus terus dijaga melalui tata kelola yang responsif, transparan, dan akuntabel. Pemulihan pascabencana bukan hanya soal membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memastikan kepercayaan publik terhadap pelayanan negara tetap terjaga.

Dengan capaian yang telah dilaporkan, pemulihan di wilayah Sumatera dinilai berada pada jalur yang positif. Sinergi antarinstansi, dukungan infrastruktur komunikasi, serta pengawasan langsung dari pimpinan nasional menjadi faktor yang mempercepat proses pemulihan dan memberikan harapan bagi masyarakat terdampak untuk kembali beraktivitas secara normal. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral