news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pilot dan Co-Pilot Pesawat Smart Air Tewas Usai Ditembak di Papua, Ini Nasib Terbaru 13 Penumpang.
Sumber :
  • Istimewa

Perlahan Terungkap Pelaku Penembakan Pesawat Smart Air yang Tewaskan Pilot dan Kopilot, Empat Orang Ditangkap

Polisi berhasil mengidentifikasi 20 orang yang diduga terlibat peristiwa penembakan pesawat Smart Air di Papua Selatan. Saat ini, empat orang sudah diamankan.
Senin, 16 Februari 2026 - 16:57 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz beserta Satuan Brimob Polda Papua serta Polres Yahukimo menangkap empat terduga pelaku penembakan pesawat Smart Air, di Bandara Korowai, Papua Selatan beberapa waktu lalu.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah mengidentifikasi 20 terduga pelaku yang saat ini masih didalami peran-perannya.

”Dalam dua hari terakhir, aparat telah mengamankan empat orang. Dua diantaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman,” katanya Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani, Senin (16/2/2026).

Saksi dan penumpang pesawat Smart Air yang selamat mengungkapkan, mereka melihat gerombolan pelaku membawa senjata tradisional seperti tombak panah dan parang serta senjata api laras panjang.

Berdasarkan pantauan pihak kepolisian, setidaknya kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Yahukimo berjumlah 200 orang yang tersebar menjadi kelompok-kelompok kecil.

Tercatat terjadi 23 kekerasan sejak 26 Januari 2026 lalu diduga dilakukan oleh kelompok-kelompok ini.

”Korban dalam rangkaian kekerasan itu adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti,” katanya menjelaskan.

Sementara itu Wakil Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Adarma Sinaga, menambahkan bahwa operasi penegakan hukum dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya represif tetapi juga preventif dan preemtif.

”Kami tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan. Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ujar Adarma.

Saat ini, lanjut dia, keselamatan warga adalah prioritas utama aparat di dalam setiap tindakan yang diambil.

Selain penembakan pesawat, aparat juga menemukan indikasi perusakan fasilitas publik, termasuk dugaan pembakaran ruang kelas. Di lokasi ditemukan botol berisi sisa bahan bakar, potongan kayu terbakar, serta instalasi listrik dalam kondisi tidak aktif.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:43
16:23
04:15
50:38
04:41
10:49

Viral