- Julio Trisaputra-tvOne
Datang Pakai Batik, Turis Australia Terpukau Lihat Perayaan Imlek di Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Perayaan ibadah Tahun Baru Imlek di Vihara Dharma Bhakti di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (17/2/2026), mengundang daya tarik wisatawan asing dan domestik.
Salah satunya ialab Daniel (22), wisatawan asal Australia. Dia bercerita telah berkeliling Indonesia selama satu bulan.
Menjelang Tahun Baru Imlek, dirinya memutuskan kembali ke Jakarta untuk menyaksikan langsung budaya Tionghoa di Indonesia dalam merayakan Imlek.
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
“Saat ini, saya sedang berkeliling Indonesia selama satu bulan. Saya sudah ke Jakarta, Riau, Batam, Manado, Jogja dan sekarang saya kembali lagi di Jakarta untuk hari pertama Tahun Baru Imlek,” kata Daniel di lokasi.
Pria keturunan Australia-Malaysia ini mengaku terpukau dengan perayaan Imlek di Jakarta. Daniel mengaku sangat menyukai atmosfer Imlek di Vihara.
“ini pertama kalinya saya merasakan budaya Tionghoa Indonesia. Saya pikir, saya benar-benar ingin ikut serta dalam perayaannya dan saya sangat suka atmosfer dan suasananya,” lanjutnya.
Daniel menambahkan Vihara Dharma Bhakti dia pilih tanpa rencana. Ketika berkeliling di kawasan Glodok, dia melihat ada beberapa kelenteng hingga akhirnya memutuskan datang ke Vihara Dharma Bhakti.
Dia mengaku sangat terkesan dengan masyarakat Indonesia yang tetap meluangkan waktunya untuk beribadah di tengah kesibukannya.
“Senang melihat ada komunitas di sini dan berinteraksi dengan mereka. Meskipun Jakarta adalah kota yang sangat sibuk, orang-orang bisa meluangkan waktu dari hari mereka yang sibuk untuk datang ke sini dan berdoa,” ujarnya.
Sebelum datang ke Vihara, Daniel sempat berpikir ingin memakai baju merah untuk menyesuaikan dengan budaya Imlek yang identik dengan merah.
Namun, dirinya tidak memiliki baju merah sehingga memilih memakai batik untuk datang ke Vihara.
“Sayangnya, saya tidak punya baju merah. Batik ini adalah pakaian terbaik yang saya punya,” ungkapnya.
“Tapi saya pikir ikut bergabung saja, melihat komunitas Chindo dan benar-benar ingin berpartisipasi dalam semua perayaannya,” pungkas Daniel. (saa/raa)