news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

11 ABK Indonesia Dipulangkan usai Selundupkan 7,5 Ton Pasir Timah ke Malaysia.
Sumber :
  • Antara Foto

Bareskrim Polri Buru Aktor Utama di Balik Penyelundupan 7,5 Ton Pasir Timah ke Malaysia

Bareskrim Polri menyita sebuah kapal di kawasan Dermaga Kubu, Toboali, Bangka Selatan, Bangka Belitung terkait penyelundupan pasir timah ilegal ke luar negeri.
Jumat, 20 Februari 2026 - 13:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menyita sebuah kapal di kawasan Dermaga Kubu, Toboali, Bangka Selatan, Bangka Belitung terkait penyelundupan pasir timah ilegal ke luar negeri

Kapal tersebut diduga menjadi mata rantai awal pengiriman pasir timah ilegal menuju Malaysia

Modusnya, pasir timah diangkut dari daratan menuju titik temu di tengah laut, lalu dipindahkan ke kapal berkapasitas lebih besar sebelum diberangkatkan ke Negeri Jiran. 

Penyitaan ini disebut merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya.

"Kapal ini merupakan barang bukti baru hasil pengembangan penyidikan. Fungsinya sebagai sarana pengangkut dari darat ke tengah laut, kemudian muatan dipindahkan ke kapal lain untuk diberangkatkan ke Malaysia,” ujar Direktur Tipidter Brigjen Pol. M. Irhamni, Jumat (20/2/2026).

Kasus ini berkaitan dengan pengungkapan penyelundupan pasir timah ilegal seberat 7,5 ton yang digagalkan pada 13 Oktober 2025 lalu. 

Dalam peristiwa tersebut, 11 anak buah kapal (ABK) diamankan otoritas maritim Malaysia.

Mereka menggunakan perahu fiberglass tanpa nomor registrasi serta tidak dilengkapi dokumen perjalanan maupun dokumen muatan. 

Setelah melalui proses hukum, ke-11 ABK tersebut dipulangkan ke Indonesia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center pada 29 Januari 2026.

Tak hanya kapal dan mesin tempel, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, termasuk pasir timah seberat 50 kilogram yang sebelumnya disisihkan oleh otoritas Malaysia.

“Barang bukti yang disisihkan sebanyak 50 kilogram, namun dalam sekali pengiriman jumlahnya mencapai 7,5 ton,” katanya.

Selain itu, aparat turut menyita sejumlah alat komunikasi yang diduga digunakan para pelaku untuk berkoordinasi. 

Barang bukti tersebut kini masih dianalisis guna menelusuri jaringan yang terlibat serta mengungkap aktor utama yang diduga berada di wilayah Kabupaten Bangka Selatan.

Polri menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas praktik perdagangan timah ilegal lintas negara dan memastikan para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. (Foe Peace Simbolon)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

21:54
05:06
03:36
29:02
04:42
05:28

Viral