- Kemenko PM
Cak Imin Pasang Alarm Reformasi! Direksi Baru Didorong Rombak Total BPJS Kesehatan
Pemutakhiran dan Integrasi Data Jadi Prioritas
Dalam agenda pembenahan, Muhaimin menilai pemutakhiran data sebagai pekerjaan paling mendesak. Integrasi data antarinstansi menjadi fondasi penting untuk memastikan kebijakan kesehatan berbasis fakta lapangan, bukan sekadar asumsi administratif.
Keterbukaan data juga diyakini mampu memperbaiki komunikasi publik, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mempermudah pengawasan terhadap penggunaan anggaran.
Dengan sistem data yang lebih terintegrasi, pemerintah dapat menekan potensi kesalahan sasaran subsidi, mempercepat layanan, dan meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan nasional.
Arah Baru Layanan Jaminan Kesehatan
Pergantian direksi diharapkan menjadi awal dari penguatan kualitas layanan peserta, termasuk penyederhanaan prosedur, peningkatan transparansi klaim, dan pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pelayanan kesehatan.
Pemerintah ingin memastikan BPJS Kesehatan tidak hanya berfungsi sebagai pengelola pembiayaan, tetapi juga menjadi penggerak ekosistem layanan kesehatan yang lebih responsif dan merata.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat sistem perlindungan sosial sekaligus menjawab tantangan pembiayaan kesehatan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis masyarakat.
Dengan kepemimpinan baru, pemerintah berharap BPJS Kesehatan dapat memasuki fase reformasi yang lebih solid—tidak lagi disibukkan oleh persoalan keuangan, tetapi fokus pada peningkatan mutu layanan bagi seluruh rakyat Indonesia. (ant/nsp)