news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Virus.
Sumber :
  • Freepik/rorozoa

Singapura Longgarkan Pembatasan Nipah Mulai 23 Februari, Tetap Waspada Meski Nol Kasus

Singapura longgarkan pembatasan virus Nipah mulai 23 Februari setelah nol kasus terdeteksi, namun pengawasan kesehatan dan kewaspadaan tetap diperketat.
Senin, 23 Februari 2026 - 15:26 WIB
Reporter:
Editor :

Kebijakan ini menunjukkan pendekatan hati-hati: pelonggaran dilakukan untuk mengembalikan aktivitas ke kondisi normal, namun kesiapsiagaan tetap dijaga guna mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus.

Virus Nipah: Langka, tetapi Sangat Mematikan

Virus Nipah tergolong penyakit zoonosis, yakni infeksi yang menular dari hewan ke manusia. Inang alaminya adalah kelelawar buah, yang dapat menularkan virus melalui kontak langsung, cairan tubuh, atau makanan yang terkontaminasi.

Penularan juga dapat terjadi antarmanusia melalui kontak erat dengan penderita atau paparan cairan tubuh yang terinfeksi.

Gejala awal infeksi biasanya meliputi:

  • Demam tinggi mendadak

  • Muntah dan kelelahan

  • Gangguan pernapasan

  • Sakit kepala berat

Pada kasus yang lebih parah, pasien dapat mengalami kejang, peradangan otak (ensefalitis), hingga koma. Tingkat fatalitas virus Nipah dilaporkan berkisar antara 40 persen hingga 75 persen, menjadikannya salah satu penyakit menular paling mematikan meski penyebarannya relatif terbatas.

Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun pengobatan spesifik untuk virus Nipah. Penanganan medis masih berfokus pada perawatan suportif untuk mengurangi gejala dan meningkatkan peluang keselamatan pasien.

Strategi Singapura: Normalisasi dengan Kesiapsiagaan

Keputusan Singapura untuk melonggarkan pembatasan mencerminkan strategi transisi dari respons darurat menuju pengawasan jangka panjang. Negara tersebut menilai risiko kesehatan masyarakat saat ini berada pada tingkat terkendali, namun tetap membuka kemungkinan penyesuaian kebijakan bila situasi global berubah.

CDA menyatakan akan terus memantau perkembangan epidemiologi virus Nipah secara internasional dan siap memperketat kembali langkah pengendalian apabila muncul ancaman baru.

Pendekatan ini sejalan dengan pola respons kesehatan modern yang menekankan fleksibilitas kebijakan berbasis data, tanpa mengabaikan kesiapsiagaan sistem kesehatan.

Imbauan Tetap Berlaku bagi Pelaku Perjalanan

Meski pembatasan dilonggarkan, masyarakat tetap diingatkan untuk:

  • Menjaga kebersihan tangan secara rutin

  • Menghindari kontak dengan hewan liar, terutama kelelawar

  • Tidak mengonsumsi makanan yang berpotensi terkontaminasi

  • Segera memeriksakan diri jika mengalami gejala setelah bepergian

Otoritas menegaskan bahwa kewaspadaan individu tetap menjadi lapisan pertahanan pertama dalam mencegah penyebaran penyakit menular lintas negara.

Dengan tidak ditemukannya kasus di dalam negeri, Singapura kini berupaya menjaga keseimbangan antara keamanan kesehatan dan kelancaran mobilitas internasional—dua aspek penting dalam mempertahankan stabilitas sebagai pusat perjalanan dan bisnis kawasan. (nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

41:24
01:28
05:31
02:52
06:55
12:51

Viral