news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto.
Sumber :
  • Instagram

Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menceritakan awal mula pihaknya “terpancing” untuk mengirimkan surat ke UNICEF. 
Selasa, 24 Februari 2026 - 09:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menceritakan awal mula pihaknya “terpancing” untuk mengirimkan surat ke UNICEF

Hal ini diungkapkannya di tayangan YouTube Abraham Samad SPEAK UP berjudul “Diteror & Dapat Ancaman Pembunuhan. Ketua BEM UGM: MBG, Maling Berkedok Gizi? | #SPEAKUP” yang tayang pada 19 Februari 2026. 

Dalam tayangan tersebut, Tiyo ditanya apa yang membuat pihaknya akhirnya mengirimkan surat ke UNICEF. 

Tiyo pun menjawab pertanyaan itu dengan merefleksi peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi di Indonesia belakangan ini.

“Kita mengalami peristiwa yang tidak bisa kita pahami dalam kacamata kemanusiaan. Yang paling mendebarkan bagi kita adalah ketika bencana di Sumatera. Ada ribuan rumah tergusur, manusia dievakuasi. Kita mulai dari situ. Saya menyebut tidak ada berperikemanusiannya para penguasa dalam melihat bencana ini,” katanya. 

“Yang paling membuat kita marah selain ketidakseriusannya dalam menyelamatkan manusia di sana, di lokasi bencana saja narasi yang sifanya fiktif dan kampanye masih diucapkan,” sambungnya. 

Setelah bencana Sumatera, kata Tiyo, bencana alam terjadi di berbagai tempat. Dia memberi contoh soal banjir yang terjadi di Pulau Jawa pascabencana Sumatera. 

Menurutnya, bencana tersebut merupakan respons alam atas kejahatan manusia. 

“Evaluasi bermakna pemerintah terhadap pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan itu tidak dilakukan. Padahal bencana bukan persoalan bencana saja, tapi soal pengelolaan lingkungan yang tidak baik. Ini respons alam atas kejahatan manusia,” ujarnya. 

Setelah membahas soal bencana, Tiyo pun membahas soal MBG yang ditulis pihaknya di surat yang dikirimkan kepada UNICEF tersebut. 

“Kita lihat juga presiden menyampaikan di berbagai pidatonya, cara beliau merespons berbagai kritik atas MBG. Apapun forumnya, siapapun orang yang ditemuinya, selalu MBG narasinya,” kata Tiyo. 

“Hal yang paling mendasar saja soal pengalokasian anggaran. Kita sejak bulan September sudah mengkritik anggaran. Anggaran pendidikan tidak boleh dirampas untuk MBG karena MBG sejak awal misinya bukan misi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi mengentaskan stunting. Lebih masuk akal pakai anggaran kesehatan ketimbang pendidikan,” sambung Tiyo saat menyampaikan pendapatnya. 

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

12:50
05:05
06:05
11:31
01:22
15:12

Viral