news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Lisnawati, ibu kandung Nizam Syafei anak tiri diduga dianiaya ibu tiri.
Sumber :
  • tvOneNews

Pengakuan Ibu Kandung Nizam Anak Tiri yang Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Sebut Mantan Suami Sering KDRT

Lisnawati, ibu kandung Nizam Syafei ngaku dapat KDRT dari mantan suami, Anwar Satibi (Awang) sejak ngandung anak tiri diduga dianiaya ibu tiri, TR di Sukabumi.
Selasa, 24 Februari 2026 - 16:46 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Lisnawati, ibu kandung Nizam Syafei, anak tiri diduga menjadi korban penganiayaan ibu tiri di Sukabumi, mengaku sering tersiksa sebelum cerai.

Lisnawati mengungkapkan dirinya kerap mendapat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ibu kandung Nizam mengaku perlakuan tersebut terjadi saat masih bersama mantan suami, Anwar Satibi.

Ia menyampaikan fakta terbaru kisah masa lalu rumah tangganya saat hadir di program Pagi-Pagi Seru tvOne, Senin, 23 Februari 2026.

Lisna sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa, dirinya sudah KDRT dengan mantan suami saat masih hamil. Kala itu ia sedang mengandung sebelum melahirkan Nizam.

"Dulu waktu pas dari kandungan juga dari waktu si Nizam dari kandungan dan hamil sering di KDRT. Bahkan waktu pas melahirkan juga KDRT," ujar Lisnawati dikutip tvOnenews.com, Selasa (24/2/2026).

Ibu Kandung Nizam Syafei Diancam Dibunuh oleh Mantan Suami

Orang tua kandung Nizam, Lisna dan Anwar Satibi
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Tim tvOne - Pagi-pagi Seru

Lebih lanjut, Lisna menjelaskan saat-saat mantan suami berperilaku kasar kepadanya. Ia mengaku pernah mendapat tindakan kekerasan yang dapat membahayakan dirinya.

Lisna tidak bisa menutupi rahasia kisah masa lalunya lagi. Ironisnya, ibu kandung bocah berusia 12 tahun itu mengaku sampai mendapat ancaman pembunuhan.

"Rambut saya pernah dipotong pakai golok, seperti ingin menghabisi nyawa saya," jelasnya.

Tindakan kekerasan tersebut tidak hanya terjadi sekali. Bahkan ia suka mendapatkan hal itu secara verbal maupun non-verbal.

"Saya alasan bercerai itu (tindakan kekerasan)," katanya.

Komunikasi dengan Anak Kandung Putus Total

Dalam kesempatan itu, Lisna membeberkan fakta lainnya yang sangat pilu. Ia menyampaikan dirinya sudah kehilangan kontak sejak lima tahun terakhir.

Lisna sudah tidak bisa berkomunikasi sejak Nizam berusia tujuh tahun. Sementara, usia mendiang anak kandungnya kini sudah 12 tahun.

Ia tidak menyangka akses komunikasinya dengan NS diputus oleh mantan suaminya. Kala itu Anwar Satibi alias Awang melarang mantan istrinya menghubungi anak kandungnya.

"Bahkan bilang ke anak saya sudah dibilang kalau Bundanya sudah meninggal di luar negeri," tuturnya.

Ia mengaku komunikasinya sempat lancar dengan Nizam meski rumah tangganya sudah hancur lebur. Akan tapi, ia menduga ada kecemburuan menjadi penyebab komunikasinya hilang total dengan Nizam.

Ironisnya, Nizam sempat pilih ikut bersama Lisnawati. Namun ada upaya dari mantan suami memberitakan ibu kandung bocah asal Sukabumi itu sudah meninggal dunia.

Kesal dengan Ibu Tiri Nizam

Lisna mendapat kabar anaknya telah tutup usia secara mengenaskan. Terduga pelaku paling kuat menyasar pada ibu tiri anak kandungnya, TR.

Lisna tidak bisa menutupi amarahnya kepada TR. Kecurigaannya tidak serta merta dibalut dengan emosi, tetapi ia melihat catatan hukum masa lalu TR pernah dilaporkan Awang atas dugaan kekerasan terhadap Nizam.

"Semoga ada balasannya. Kalau bisa mah saya pengin jambak. Sakit anak digitu-gitukan sama orang," kesal dia.

Ia membagikan komunikasi terakhir saat dikabarkan kondisi putranya sedang kritis. Ada momen yang janggal membuat kecemasannya semakin besar.

"Dikabarin lagi di ICU. Sempat ngabarin, 'Bun, ini anak sakit.' Terus saya tanya kenapa nggak buru-buru ke dokter? Kenapa matanya lebam? Dia nggak jawab, katanya sibuk," bebernya.

Ia merasa terpukul melihat anak kandungnya tewas dengan tidak wajar. Kondisi jenazah Nizam terakhir dipenuhi luka lebam dan memar di sekujur tubuh.

"Miris melihatnya, sangat terpukul. Kalau seandainya benar penganiayaan, saya pengen seadil-adilnya. Pengen keadilan buat anak saya," ucapnya dengan lirih.

Sebelumnya, sebuah video NS terbaring di rumah sakit viral di media sosial. Luka bakar hingga lebam menyelimuti di beberapa bagian tubuh korban.

NS terlihat coba bertahan. Namun nyawanya tidak terselamatkan sehingga meninggal dunia di RSUD Jampang Kulon, Kamis (19/2/2026).

Menariknya, NS sempat membeberkan fakta penyebab tubuh dirinya melepuh. Ia sempat menunjuk ke ibu tirinya sebagai terduga pelaku.

NS mengaku dipaksa minum air panas. Indikasi ini ditemukan saat diperiksa oleh dokter, bahwa tubuh bocah asal Desa Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi itu, terindikasi adanya tindakan kekerasan.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:30
02:18
02:01
01:20
05:27
04:09

Viral