news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dwi Sasetyaningtyas bagikan kebahagiaannya lantaran anak-anaknya resmi menjadi Warga Negara Asing..
Sumber :
  • Istimewa

Hotman Paris Sebut Dwi Sasetyaningtyas Menghina Bangsa, Minta Presiden Cabut Status WNI Alumni LPDP

Pengacara ternama Hotman Paris Hutapea somasi alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, yang viral usai pamer paspor WNA sang anak.
Jumat, 27 Februari 2026 - 04:58 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pengacara ternama Hotman Paris Hutapea somasi alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, yang viral usai pamer paspor WNA sang anak.

Lewat Instagram pribadinya @hotmanparisofficial, Hotman Paris soroti pernyataan kontroversi Dwi Sasetyanungtyas tersebut.

Menurut Hotman, pernyataan Dwi sangat tidak pantas disampaikan oleh seorang yang pernah menerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Pasalnya, sumber dana beasiswa LPDP sendiri berasal dari negara dan pajak rakyat.

Pengacara Nadiem Makarim, Hotman Paris Hutapea
Sumber :
  • Instagram @hotmanparisofficial

Oleh karena itu, Hotman mengambil sikap tegas dengan mensomasi Dwi Sasetyaningtyas untuk meminta maaf kepada publik.

"Hei, kamu yang teriak-teriak mengatakan tidak mau anaknya WNI sedangkan kamu, menginjak luar negeri adalah uang dari beasiswa negara. Aku somasi kamu. Hei, kembalikan itu beasiswa, atau kamu minta maaf kepada publik," kata Hotman dikutip, Jumat (27/2/2026).

Hotman menegaskan jika sumber dana beasiswa LPDP berasal dari pajak rakyat, termasuk Pajak Penghasilan 9PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Oleh sebab itu, Hotman mengaku tersinggung sebagai warga pembayar pajak.

"Lu tau enggak uang yang menyekolahkan kamu juga, termasuk uang pajak yang dari gue ini juga ada di situ. Uang pajak rakyat. Dari pajak PPh pajak PPN," katanya.

Hotman bahkan mengusulkan agar kewarganegaraan Dwi untuk dicabut. Ia menilai pernyataan tersebut dapat dianggap menghina bangsa di kancah internasional. 

"Saya usulkan kepada bapak presiden, cabut warga negaranya. Sekali lagi, cabut warga negaranya. Itu sudah menghina bangsa di dunia internasional. Sekali lagi bapak presiden, cabut kewarganegaraan, itu orang yang mengaku anaknya tidak diperbolehkan jadi WNI, sedangkan dia sendiri terima beasiswa LPDP dari negara," pungkasnya. 

Setuju Kembalikan Uang LPDP

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan suami dari Dwi Sasetyaningtyas, alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) setuju untuk mengembalikan dana beasiswanya.

Purbaya menjelaskan, Plt. Direktur Utama LPDP, Sudarto sudah menghubungi langsung dengan suami Dwi terkait hal ini.

"Bosnya LPDP sudah berbicara dengan suami yang bersangkutan, dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai dari LPDP," kata Purbaya, Senin (23/2/2026).

Biaya yang akan dikembalikan tersebut, lanjut Purbaya, termasuk juga bunga. Seluruhnya akan dihitung untuk kemudian dibayar kembali oleh suami Dwi.

"Termasuk bunganya lho. Uang LPDP kan kalau saya taruh uang itu di bank, ya kan ada bunganya, kan dengan treatment yang fair," katanya menambahkan.

Adapun sebelumnya, keluarga Dwi Sasetyaningtyas mendadak viral setelah alumni LPDP itu mengatakan bahwa cukup dirinya yang WNI sementara anak-anaknya jangan.

Diketahui saat ini, perempuan itu tinggal bersama suaminya yang juga alumni LPDP di Inggris. Anaknya pun kini menjadi warga negara asing.

Purbaya pun menyayangkan pernyataan tersebut karena dinilai telah menghina negara kelahirannya sendiri. Tak cuma itu, LPDP adalah dana dari pajak masyarakat.

Para alumni LPDP diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat Indonesia karena uang kuliahnya dibiayai dari pajak.

Selain itu, Purbaya mengatakan bahwa dana LPDP merupakan bagian dari utang negara yang memang dianggarkan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

"Itu uang dari pajak dan sebagian dari utang yang kita sisihkan untuk memastikan SDM kita tumbuh. Tapi kalau dipakai untuk menghina negara ya kita minta uangnya dengan bunganya kalau gitu," ujar dia.

Tak cuma diminta mengembalikan dana beasiswa, baik Dwi dan suaminya akan dimasukkan ke daftar hitam atau blacklist. Hal ini membuat yang bersangkutan tak bisa bekerja di pemerintahan. (muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

12:41
01:24
01:01
01:09
04:46
17:35

Viral