Kemenko PM Review Perjalanan Program MBG Selama 1 Tahun
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat melakukan evaluasi satu tahun pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah. Pembahasan tidak hanya menyoroti capaian, tetapi juga sejumlah catatan perbaikan ke depan.
Dalam evaluasi tersebut, pemerintah menilai MBG tidak sekadar program distribusi makanan, tetapi telah berkembang menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini dinilai mulai melibatkan berbagai lapisan, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha lokal.
Pejabat Kemenko Pemberdayaan Masyarakat menyebut, MBG telah mendorong masyarakat menjadi pelaku aktif dalam rantai pasok. Petani dan peternak disebut mulai berperan sebagai pemasok utama kebutuhan program, sementara pelaku usaha seperti UMKM, BUMDes, dan koperasi terlibat sebagai offtaker hasil produksi.
Selain itu, program ini juga membuka lapangan kerja baru di tingkat lokal. Masyarakat setempat disebut telah terserap sebagai tenaga kerja dalam pelaksanaan program di berbagai daerah.
Meski demikian, evaluasi juga mencatat sejumlah tantangan. Salah satunya adalah belum optimalnya serapan produksi lokal, yang seharusnya menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tertinggal.
Pemerintah menilai, optimalisasi rantai pasok berbasis lokal masih perlu diperkuat agar manfaat program dapat dirasakan lebih merata.
Hal ini penting untuk memastikan MBG tidak hanya berdampak pada konsumsi, tetapi juga mampu menggerakkan produksi dan distribusi di daerah.
Ke depan, pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan pada aspek tersebut, termasuk memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal dan meningkatkan efisiensi distribusi.
Dengan berbagai penyesuaian, program MBG diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.