- Tangkapan Layar @ijoel
Ada Apa di Balik Pagar Taman Cawang? Petugas Gabungan Bongkar Misteri Kumpul-Kumpul Jam 1 Pagi
Jakarta, tvOnenews.com - Aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur bersama unsur TNI dan Polri memperketat pengawasan di Taman Kota Cawang, Kebon Pala, Makasar.
Patroli malam terpadu itu dilakukan guna menyisir aktivitas mencurigakan di ruang terbuka hijau tersebut.
Camat Makasar, Dimas Prayudi, mengonfirmasi bahwa operasi penyisiran ini melibatkan berbagai unsur keamanan setempat.
"Nanti malam, kita operasi dengan jajaran Satpol PP, lalu tiga pilar bersama Polsek setempat, Danramil, kegiatan dimulai pukul 21.00 WIB," tegas Dimas saat berada di Taman Kota Cawang, Jumat (27/2).
Pengerahan petugas ini merupakan respons cepat pemerintah atas keresahan masyarakat mengenai penyalahgunaan fungsi taman. Area yang seharusnya menjadi tempat bersantai warga diduga kuat telah beralih fungsi menjadi lokasi aktivitas negatif yang melanggar norma sosial.
Dimas menjelaskan bahwa penertiban ini merupakan kerja sama lintas sektor, termasuk Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur.
"Hari ini, kita bersama Kasudin Pertamanan, jajaran kelurahan, teman-teman kecamatan dan tiga pilar mencoba mengurangi dampak kerawanan sosial di lokasi taman ini. Ada beberapa informasi dan perhatian masyarakat berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan fungsi taman," ujar Dimas.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Sebelumnya, pihak Sudin Pertamanan menemukan barang-barang yang tidak semestinya ada di fasilitas publik, seperti botol minuman keras hingga alat kontrasepsi bekas pakai.
Temuan ini memicu dugaan kuat bahwa lokasi tersebut dijadikan tempat prostitusi terselubung saat malam hari.
Selain patroli keliling, petugas khusus juga akan ditempatkan di titik-titik rawan untuk memantau situasi secara langsung.
"Nanti malam, kita operasi. Dari Sudin Pertamanan ada penempatan petugas di lokasi untuk melihat aktivitas masyarakat yang diduga terjadi penyalahgunaan," tambah Dimas.
Pemerintah Kota Jakarta Timur juga mengambil tindakan fisik dengan menutup secara permanen dua akses masuk utama ke taman tersebut.
Selain itu, pagar taman yang berbatasan dengan jalan tol yang sebelumnya ditemukan berlubang kini telah dilas rapat oleh petugas agar tidak ada lagi oknum yang menyelinap masuk.
Langkah tegas ini menyusul viralnya sebuah video di akun Instagram @ijoel, yang merekam aksi sejumlah pemuda masuk secara ilegal ke dalam taman lewat celah pagar pada dini hari.
Dalam video tersebut, seorang saksi mata mengungkapkan kecurigaannya terhadap aktivitas di taman saat tengah malam.
"Di taman sini sering jadi tempat kumpul cowo-cowo entah cowo bagaimana, saya tidak tau indikasinya mereka apa, setiap malam di atas jam 01.00 WIB pagi, mereka kumpul terus masuk ke taman entah ngapain sampai jam 02.00 pagi," ungkap pengisi suara dalam video viral tersebut.
Dimas Prayudi berharap dengan adanya pengawasan ketat dan perbaikan infrastruktur ini, Taman Kota Cawang dapat kembali berfungsi sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh warga. (ant/dpi)