news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sejumlah pria memasuki Taman Kota di kawasan Cawang, Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur..
Sumber :
  • Tangkapan Layar @ijoel

Taman Kota Cawang Diduga Dijadikan Tempat Aktivitas Sesama Jenis Lagi, Alat Kontrasepsi Bekas Berserakan

Taman Kota di kawasan Cawang, Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur Kembali diduga dijadikan tempat aktivitas seksual LGBT lagi?
Jumat, 27 Februari 2026 - 15:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Taman Kota di kawasan Cawang, Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur kembali diduga dijadikan tempat aktivitas LGBT lagi?

Baru-baru ini Pemkot Jakarta Timur melalui Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota menemukan sejumlah alat kontrasepsi setelah dilakukan penertiban di Taman Kota tersebut.

Sebelumnya juga viral video di media sosial terkait aktivitas sejumlah pria yang keluar-masuk Taman Kota Cawang tersebut. Hingga diduga dijadikan tempat prostitusi sesama jenis atau LGBT.

"Di dalam taman ditemukan beberapa alat kontrasepsi. Kami tidak tahu digunakan untuk apa, tetapi ini menjadi perhatian serius kami," kata Camat Makasar Dimas Prayudi di Taman Kota, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (27/2/2026).

Alat kontrasepsi ditemukan berserakan di area Taman Kota di kawasan Cawang, Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (27/2/2026).
Sumber :
  • (ANTARA/Siti Nurhaliza).

Menurutnya, Taman Kota di kawasan Cawang itu menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah alat kontrasepsi dan botol minuman keras (miras) di area ruang terbuka hijau tersebut.

Temuan itu pun memicu kekhawatiran adanya dugaan sebagai tempat prostitusi dan aktivitas penyalahgunaan taman lainnya, yang tidak sesuai dengan fungsinya sebagai fasilitas publik.

Peninjauan langsung dilakukan bersama pihak kelurahan, kecamatan, serta unsur tiga pilar yang terdiri dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Pala.

Dimas mengatakan taman seharusnya menjadi ruang interaksi sosial yang sehat bagi masyarakat, misalnya untuk berolahraga, rekreasi keluarga, ataupun kegiatan komunitas.

Jika terdapat indikasi aktivitas negatif, maka hal itu berpotensi menimbulkan kerawanan sosial serta rasa tidak nyaman bagi warga sekitar.

Selain itu, Dimas menyebutkan lokasi taman tersebut memang telah beberapa kali disinyalir disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Oleh karena itu, pemerintah kecamatan memutuskan untuk mengambil langkah preventif guna mengurangi potensi penyimpangan fungsi ruang publik.

"Jadi, kalau ada yang melakukan tindakan-tindakan, baik yang negatif ataupun penyalahgunaan penggunaan taman, harapan kami, ini bisa dikurangi," ucap Dimas.

Salah satu langkah preventif yang dilakukan, yaitu menutup permanen dua titik akses masuk Taman Kota di kawasan Cawang tersebut.

"Ada dua titik yang hari ini kita coba tutup secara permanen dengan pengecoran, bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota," ujar Dimas. 

Tak hanya itu, bagian pagar taman yang berbatasan dengan area tol juga turut menjadi perhatian.

Personel gabungan menemukan celah pada pagar yang kerap digunakan warga untuk masuk ke area taman secara tidak resmi.

Pada hari yang sama, petugas langsung melakukan pengelasan untuk menutup akses tersebut.

"Hari ini, kita coba las karena memang ada beberapa aktivitas warga yang menggunakan celah itu untuk masuk ke area taman," tutur Dimas.

Sebelumnya, viral di media sosial Instagram @ijoel yang memperlihatkan sekumpulan remaja laki-laki masuk ke Taman Kota di kawasan Cawang melalui pinggiran pagar.

"Di taman sini sering jadi tempat kumpul cowo-cowo entah cowo bagaimana, saya tidak tau indikasinya mereka apa, setiap malam di atas jam 01.00 WIB pagi, mereka kumpul terus masuk ke taman entah ngapain sampai jam 02.00 pagi," ucap seseorang yang mengambil video di lokasi, seperti dikutip Instagram @ijoel. (ant)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral