news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Klarifikasi Pengembang Soal Akses Mushola di Cluster Kota Harapan Indah, Utamakan Kenyamanan dan Solusi Bersama.
Sumber :
  • Istimewa

Klarifikasi Pengembang Soal Akses Mushola di Cluster Kota Harapan Indah, Utamakan Kenyamanan dan Solusi Bersama

Pengembang klarifikasi polemik akses mushola di Cluster Kota Harapan Indah, tekankan solusi damai, kenyamanan warga, dan tidak ada larangan ibadah.
Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:42 WIB
Reporter:
Editor :

Bekasi, tvOnenews.com – Pihak pengembang kawasan hunian di Kota Harapan Indah menyampaikan klarifikasi resmi terkait dinamika perbedaan pandangan warga mengenai akses mushola di lingkungan Cluster Vasana dan Neo Vasana. Klarifikasi ini disampaikan agar informasi yang beredar di ruang publik dapat dipahami secara utuh dan proporsional.

Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Lukman Nurhakim selaku Township Management Division Head Damai Putra Group, menyusul rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPR Komisi III yang dinilai belum memberi ruang penjelasan secara menyeluruh.

“Kami merasa perlu menyampaikan penjelasan secara komprehensif agar tidak terjadi simpang siur informasi. Prinsip kami adalah mencari solusi terbaik bagi semua pihak,” ujar Lukman dalam konferensi pers di Cluster Neo Vasana, Kota Harapan Indah, Jumat (27/2/2026).

Posisi Mushola dan Latar Belakang Perbedaan Pandangan

Lukman menjelaskan, mushola yang menjadi pembahasan berada di luar pagar kawasan cluster. Sejumlah warga kemudian mengajukan permohonan pembukaan akses langsung dari dalam cluster menuju mushola tersebut. Namun, usulan ini memunculkan perbedaan pandangan di antara warga.

Sebagian besar warga menyampaikan keberatan karena sejak awal membeli hunian dengan konsep cluster one gate system, yang menekankan aspek keamanan dan kenyamanan lingkungan. Keberatan tersebut disampaikan secara resmi melalui surat tertulis dari paguyuban warga cluster.

“Tercatat ada beberapa surat penolakan yang diterima pengembang, masing-masing tertanggal 12 Oktober 2024, 30 September 2025, dan 12 Desember 2025. Surat tersebut mewakili aspirasi mayoritas warga,” jelas Lukman.

Dari total sekitar 130 kepala keluarga di dua cluster, sekitar 70 persen warga menyatakan keberatan terhadap pembukaan pagar penghubung ke area luar cluster. Aspirasi ini kemudian menjadi pertimbangan utama pengembang dalam mengambil keputusan.

Solusi Pembangunan Mushola di Dalam Cluster

Menjawab perbedaan pandangan tersebut, pengembang memilih langkah solutif dengan membangun mushola di dalam kawasan cluster. Pembangunan mushola dimulai sejak Oktober 2025 dan kini telah rampung serta dapat digunakan oleh warga.

“Mushola di dalam cluster sudah selesai dibangun dan bisa dimanfaatkan bersama. Dengan adanya fasilitas ini, kebutuhan ibadah warga tetap terpenuhi tanpa harus membuka akses tembok,” kata Lukman.

Mushola tersebut dibangun dengan ukuran sekitar 10x10 meter atau seluas 100 meter persegi. Kehadiran fasilitas ini disambut positif oleh banyak warga karena tetap menjaga konsep kawasan sekaligus menyediakan sarana ibadah yang layak.

Ketua Paguyuban Warga Cluster Neo Vasana & Vasana, Richard, menyampaikan bahwa mayoritas warga mendukung langkah pengembang tersebut.

“Kami membeli rumah dengan konsep one gate system. Pembukaan pagar dikhawatirkan mengganggu kenyamanan. Karena itu, kami mendukung langkah positif pengembang membangun mushola di dalam cluster,” ujarnya.

Bukan Larangan Beribadah

Lukman menegaskan bahwa isu ini sama sekali tidak berkaitan dengan larangan beribadah. Menurutnya, warga tetap memiliki banyak pilihan tempat ibadah, baik di dalam cluster, di rumah masing-masing, maupun di fasilitas ibadah sekitar kawasan.

“Ini bukan soal melarang ibadah. Yang menjadi inti adalah perbedaan sikap terkait pembukaan akses langsung dari dalam cluster ke area luar,” tegasnya.

Selain mushola di dalam cluster, pengembang juga telah menyiapkan lahan seluas 5.000 meter persegi yang diperuntukkan sebagai fasilitas ibadah. Lahan tersebut telah disesuaikan dengan master plan kawasan dan diserahterimakan kepada pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat luas.

Menyikapi Dinamika RDP dengan Sikap Positif

Terkait dinamika yang terjadi dalam RDP bersama Habiburokhman, Lukman menyatakan pihak pengembang tetap menghormati proses yang berlangsung dan mendukung setiap ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

“Kami tetap berpikir positif dan mendukung proses yang ada. Harapan kami, persoalan ini bisa segera menemukan titik temu yang baik bagi semua pihak,” ucapnya.

Pengembang berharap, dengan solusi yang telah diupayakan, tidak ada lagi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Dialog dan komunikasi dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan lingkungan hunian yang beragam.

Harapan Penyelesaian yang Kondusif

Pihak pengembang menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan kenyamanan, keamanan, serta keharmonisan warga. Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh bahwa setiap langkah yang diambil bertujuan menjaga keseimbangan kepentingan bersama.

“Kami berharap semua pihak bisa melihat persoalan ini secara jernih dan proporsional. Tujuan kami satu, menciptakan lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan rukun,” tutup Lukman. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral