news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kampung Anti Curanmor di Jakarta Selatan: Gerbang Kartu Akses Jadi Senjata Baru Warga Gandaria Utara.
Sumber :
  • Istimewa

Kampung Anti Curanmor di Jakarta Selatan: Gerbang Kartu Akses Jadi Senjata Baru Warga Gandaria Utara

Kampung Anti Curanmor di Gandaria Utara terapkan gerbang kartu akses RFID dan CCTV. Inovasi warga ini jadi tameng baru cegah pencurian motor.
Minggu, 1 Maret 2026 - 09:58 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Ancaman pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap menghantui kawasan permukiman padat kini dijawab dengan cara tak biasa oleh warga Gandaria Utara. Berlokasi di RT 11 RW 07, warga setempat menghadirkan sistem pengamanan modern berbasis teknologi kartu akses atau RFID, yang kini dikenal dengan nama e-Gate 11.

Inisiatif ini lahir dari keresahan warga atas maraknya aksi curanmor yang sempat terjadi di lingkungan mereka. Alih-alih hanya bergantung pada sistem keamanan konvensional, warga sepakat membangun gerbang pintar yang hanya dapat diakses oleh penghuni terdaftar. Setiap keluar-masuk lingkungan kini harus menggunakan kartu akses khusus.

Ketua RT 11 RW 07, Imam Basori, menyebut inovasi tersebut sebagai bentuk adaptasi warga terhadap tantangan keamanan yang semakin kompleks. Menurutnya, sistem lama berupa portal rantai manual sudah tidak lagi efektif menghadapi pola kejahatan yang kian canggih.

“Sistem ini menggantikan pengamanan lama yang sebelumnya hanya menggunakan rantai manual. Sekarang lebih modern, tertib, dan tentu jauh lebih aman karena aksesnya terbatas,” ujarnya.

Empat Akses, Satu Kendali

e-Gate 11 dirancang untuk mengontrol seluruh jalur keluar-masuk lingkungan RT 11. Total terdapat empat titik akses utama yang terhubung dengan sistem kartu RFID. Hingga kini, tiga gerbang telah aktif sepenuhnya, sementara satu titik lainnya masih dalam tahap penyempurnaan.

Tak hanya mengandalkan kartu akses, warga juga melengkapi sistem keamanan dengan pemasangan kamera CCTV di sejumlah sudut strategis. Kamera tersebut memantau aktivitas selama 24 jam dan menjadi lapisan tambahan pengawasan lingkungan.

Dengan sistem ini, setiap kendaraan atau orang asing yang masuk akan mudah terdeteksi. Warga pun merasa lebih waspada sekaligus lebih tenang dalam menjalani aktivitas sehari-hari, terutama saat memarkir kendaraan di malam hari.

Apresiasi dari Pemerintah Wilayah

Langkah warga RT 11 RW 07 ini mendapat perhatian dan apresiasi dari pemerintah setempat. Lurah Gandaria Utara, Muhammad Fahri, menilai e-Gate 11 sebagai contoh konkret inovasi keamanan berbasis partisipasi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini. Warga tidak hanya mengeluh soal curanmor, tetapi menghadirkan solusi nyata berbasis teknologi. Ini langkah maju yang patut dicontoh,” kata Fahri.

Ia menilai sistem gerbang kartu akses mampu menekan potensi tindak kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat. Menurutnya, e-Gate 11 sejalan dengan semangat kolaborasi antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan warga dalam menciptakan wilayah yang tertib dan kondusif.

Fahri pun berharap inovasi serupa bisa direplikasi di lingkungan lain, khususnya di kawasan Kebayoran Baru yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.

Gotong Royong Jadi Kunci

Ketua RW 07, Sudarwo, menegaskan bahwa e-Gate 11 bukan sekadar proyek teknologi, melainkan hasil gotong royong dan kesadaran kolektif warga.

“Ini bukan hanya soal gerbang otomatis. Ini tentang komitmen bersama menjaga kampung. Dengan akses yang terkontrol dan CCTV aktif, potensi kejahatan bisa ditekan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak sistem tersebut berjalan, warga merasakan perubahan signifikan dalam suasana lingkungan. Aktivitas warga menjadi lebih tertib, dan interaksi antarwarga justru semakin kuat karena adanya rasa tanggung jawab bersama.

Sinergi Warga dan Aparat

Inovasi e-Gate 11 juga mencerminkan sinergi antara masyarakat dan Kepolisian Republik Indonesia dalam menciptakan keamanan berbasis pencegahan. Imam Basori menyebut, pendekatan preventif jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kejahatan terjadi.

“Gerbang berbasis RFID ini bukan sekadar pengaman fisik, tetapi simbol kepedulian dan sinergi bersama. Kami ingin kampung ini benar-benar aman,” tegasnya.

Ke depan, warga RT 11 RW 07 berencana melakukan evaluasi berkala terhadap sistem e-Gate 11, termasuk kemungkinan integrasi dengan teknologi lain untuk meningkatkan efektivitas pengamanan.

Kini, e-Gate 11 bukan hanya sistem keamanan, tetapi telah menjadi identitas baru Kampung Anti Curanmor di Gandaria Utara. Sebuah contoh bahwa dengan kolaborasi, teknologi, dan gotong royong, lingkungan perkotaan pun bisa menciptakan rasa aman dari tingkat paling dasar: kampung itu sendiri. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral