news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kolase Dino Patti Djalal dan Presiden Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Instagram @dinopattidjalal/ANTARA

Keinginan Prabowo untuk ke Teheran jadi Mediator Dianggap Tak Realistis, Dino: Kenapa Kemlu Tidak Memfilter Dulu

Dino Patti Djalal mengomentari pernyataan Presiden Prabowo yang ingin jadi mediator dalam perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel. Hal ini tidak realistis.
Minggu, 1 Maret 2026 - 15:51 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal merespons keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator dalam perang yang pecah antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran

Diketahui, dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri, dikatakan bahwa Presiden Prabowo siap untuk terbang ke Teheran untuk menjadi mediator. 

Menurut Dino, keinginan menjadi penengah perang yang diungkapkan Prabowo itu adalah hal yang sangat tidak realistis. 

“Sebagai political scientist yang independen, dan juga sebagai mantan diplomat Indonesia, saya heran kenapa ide ini tidak difilter dulu sebelum diumumkan, karena tidak realistis,” kata Dino, dalam video dikutip dari Instagram resminya, Minggu (1/3/2026). 

Ia kemudian menjabarkan sejumlah alasan pernyataan Prabowo itu adalah sesuatu yang tak mungkin dilakukan. Pertama terkait sikap Amerika Serikat (AS) dalam setiap kali mengalami konflik. 

Dino mengungkapkan, AS adalah negara yang jarang sekali mau ditengahi, khususnya karena negeri Paman Sam itu memiliki ego sebagai adidaya. 

Ia juga meyakini Presiden Donald Trump tidak akan mau dimediasi oleh Indonesia terkait masalah ini. 

“Saya juga meyakini Presiden Trump saat ini tidak mau Indonesia terlalu ikut campur karena mood-nya saat ini sedang gelap mata untuk menumbangkan pemerintah Iran,” katanya menambahkan. 

Alasan kedua, ia mengatakan Indonesia dan Iran belakangan tidak terlalu dekat. Hal ini dilihat dari riwayat hubungan kedua negara selama Presiden Prabowo menjabat. 

Selama 15 bulan terakhir, Prabowo yang sangat sering lalukan kunjungan kenegaraan belum juga mengunjungi Iran. Padahal negara tersebut sudah mengirimkan undangan. 

“Menlu Sugiono juga tidak pernah melakukan kunjungan bilateral ke Teheran walaupun pernah ketemu dengan Menlu Iran di Jenewa,” tuturnya. 

Hal ini menandakan bahwa belum ada kedekatan atau kepercayaan antara pemerintah Iran terhadap Indonesia sekarang. 

Selanjutnya, alasan ketiga, saat ini situasi dan kondisi tidak memungkinkan dilakukan pertemuan antara seluruh pihak yang bertikai ke Teheran. 

Dino mengatakan, jika Prabowo berencana terbang ke Iran, maka pihak Amerika tidak mungkin datang sebagai pihak yang menyerang negara tersebut. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral