- Istimewa
Iran Kibarkan Bendera Merah, Kapolri Perintahkan Densus 88 Siaga Penuh Jelang Mudik
Jakarta, tvOnenews.com – Eskalasi perang di Timur Tengah ikut menjadi perhatian serius aparat keamanan Indonesia. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tak ingin situasi global yang memanas berdampak pada stabilitas dalam negeri, apalagi menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Instruksi tegas pun diberikan kepada Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. Kewaspadaan diminta ditingkatkan, deteksi dini diperkuat.
Sigit menyebut, dinamika konflik internasional berpotensi memicu geliat kelompok tertentu. Apalagi, saat ini terdapat 13.252 kelompok teror yang sudah termonitor aparat.
"Tentunya ini menjadi perhatian kita karena saat ini sedang terjadi konflik global yang memang memiliki potensi akan adanya geliat terkait dengan hal ini," kata dia dikutip Selasa, 3 Maret 2026.
Sorotan juga diberikan pada langkah Iran yang mengibarkan bendera merah, simbol pembalasan usai Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat (AS). Simbol itu dinilai bukan sekadar pesan politik luar negeri, melainkan sinyal yang harus diantisipasi dari sisi keamanan domestik.
"Apalagi Iran telah mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan dan pertanda serangan yang terjadi di Iran dan ini tentunya menjadi PR bagi rekan-rekan khususnya Densus, untuk bisa mempertahankan Zero Terrorist Attack. Yang tentunya ini menjadi PR besar bagi kita," kata dia.
Kapolri juga mengungkap langkah konkret yang sudah dilakukan. Sebelum periode mudik 2026, tujuh orang target yang diduga terkait kelompok teror telah diamankan.
"Tahun kemarin kita mengamankan 7 orang target pada saat pelaksanaan mudik dan tolong ini betul-betul kerjasama yang baik dengan seluruh jajaran Intelijen, kemudian koordinasi dengan rekan-rekan dari TNI, Pemerintah Daerah," katanya lagi.
Foe Peace Simbolon