news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menlu Sugiono.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

MUI Desak Indonesia Keluar dari BoP, Menlu Sugiono: Semua Pembahasan Fokus Soal Iran

Menlu Sugiono buka suara soal permintaan MUI agar Indonesia keluar dari BoP. Menjawab hal ini, Sugiono mengatakan saat ini fokus membahas soal situasi Iran.
Rabu, 4 Maret 2026 - 14:09 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tekanan agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) menguat setelah pecahnya perang di Timur Tengah yang dipicu Amerika Serikat dan Israel.

Namun pemerintah belum mengambil langkah tegas. Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, seluruh pembahasan terkait keanggotaan Indonesia di BoP untuk sementara ditunda.

“Ya ini semua pembicaraan BoP on hold, semua perhatian shifted ke situasi di Iran,” kata Sugiono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026) malam.

Pernyataan itu muncul di tengah desakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta pemerintah menarik diri dari BoP.

MUI menilai langkah tersebut perlu dilakukan setelah Amerika Serikat—yang disebut sebagai pencetus Dewan Perdamaian untuk Palestina—justru terlibat dalam eskalasi konflik di kawasan.

Menurut Sugiono, fokus diplomasi Indonesia kini sepenuhnya diarahkan pada perkembangan keamanan, terutama situasi di Iran yang terus bergejolak.

Pemerintah juga tetap menjalin komunikasi intensif dengan negara-negara anggota BoP lainnya, khususnya di kawasan Teluk yang ikut terdampak serangan.

“Kalau misalnya BoP, kita juga tetap sama teman-teman, kita konsultasi dan konsultasi dengan rekan-rekan kita di teluk, karena mereka mengalami juga diserang, karena mereka juga anggota BoP juga,” jelasnya.

Sebelumnya, MUI menyuarakan keraguan atas kredibilitas BoP sebagai wadah perdamaian. Mereka menilai tindakan militer yang terjadi tidak sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan maupun amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pemerintah memilih menahan keputusan sambil membaca arah konflik dan menjaga komunikasi dengan para mitra di tengah tekanan domestik dan dinamika global yang memburuk. (agr/iwh)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:54
03:21
04:42
02:26
01:22
02:00

Viral