- Instagram @andhikasudarman_
Profil Andhika Sudarman, Alumni LPDP yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Bocah
Jakarta, tvOnenews.com - Nama penerima beasiswa LPDP kembali menjadi viral. Setelah Dwi Sasetyaningtyas, kini nama Andhika Sudarman juga menjadi sorotan.
Andhika diduga telah melakukan pelecehan seksual kepada bocah minor. Hal itu pertama kali diungkap oleh sebuah akun X @angga_fzn.
- Instagram @andhikasudarman_
Dalam cuitannya, akun tersebut melampirkan pengakuan korban yang dilecehkan oleh Andhika.
"Apaan sih ini bro @andhikasudarman? Pelecehan seksual ke minor dan employee? Kupikir kau lebih baik dari ini kawan," cuit akun tersebut.
Akun tersebut mengatakan bahwa pelecehan seksual yang dilakukan Andhika terjadi saat sesi mentoring. Ia disebut mengganti crlana di hadapan peserta perempuan.
"Pada saat mentoring session kak AS mengganti celananya di depan kita semua yang bisa dibilang semuanya minor (tanpa masuk ke toilet) dan kami hanya disuruh tutup mata," tulis pernyataan itu.
Sontak unggahan tersebut menjadi viral dan membuat warganet bereaksi. Apalagi nama Andhika sendiri merupakan sosok yang dikenal.
"What? Andhika Sudarman yang ini? Omg, mapres nasional 2024, lulusan Harvard Law School, CEO & Founder, Dealls," kata akun @rangkuminid.
Andhika Sudarman sendiri merupakan pria asal Tanjungpinang.
Ia dikenal sebagai pendiri platform karier bernama Dealls dan juga pendiri Kantorku HRIS.
Sebelumnya ia juga pernah meniti karier sebagai seorang pengacara di Ginting & Reksodiputro.
Andhika merupakan lulusan Fakultas Hukum, Universitas Indonesia. Ia mrlanjutnya S2 di Universitas Harvard dengan beasiswa LPDP.
Klarifikasi
Tak berselang lama dari beredarnya isu negatif tentangnya, Andhika lantas melakukan klarifijasi di akun Instagram pribadinya @andhikasudarman_.
Dalam klarifikasinya, Andhika menyinggung soal program SFL. Ia juga mengucapkan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi.
"Saya memahami bahwa dalam pelaksanaannya, terdapat pengalaman yang belum sesuai dengan harapan sebagian peserta selama program tersebut. Atas kekurangan dalam pengelolaan kegiatan dan komunikasi selama program berlangsung, saya menyampaikan permohonan maaf kepada alumni dan orang tua," katanya.
Ia juga menyinggung soal kenyamanan dan gaya komunikasinya.
"Saya memahami setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda. Perasaan setiap individu adalah valid terlepas dari intensi yang dimiliki pihak lainnya. Pengalaman ini juga menyadarkan saya bahwa gaya komunikasi saya dapat menimbulkan kesalahpahaman orang bagi sebagian orang," lanjutnya.
Terkait isu pelecehan seksual yang beredar, Andhika dengan tegas membantah melakukam hal tersebut.
"Untuk itu, saya menyampaikan permohonan maaf secara tulus kepada siapapun yang pernah merasa tidak nyaman dalam interaksi dengan saya. Namun, secara tegas saya menyatakan tidak pernah melakukan, ataupun berniat melakukan pelecehan seksual terhadap siapapun, apalagi terhadap anak di bawah umur," katanya.