- Istimewa
Dituding Gunakan Anggaran Pendidikan, Kepala BGN Jawab Menohok
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menegaskan pembiayaan program makan bergizi gratis (MBG) tak mengusik anggaran pendidikan Tahun 2026.
Dadan menegaskan biaya program MBG tahun 2026 sebesar Rp223 triliun diklasifikasikan sebagai anggaran pendidikan.
“Justru dengan adanya MBG, dana pendidikan bertambah,” kata Dadan saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn dikutip Kamis (5/3/2026).
Dadan menuturkan biaya MBG tergolong anggaran pendidikan karena target penerima manfaatnya adalah 59 juta anak sekolah.
Dadan memastikan MBG tidak mengurangi jatah anggaran pendidikan di Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Kalau target penerima manfaatnya ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, klasifikasinya anggaran kesehatan. Sedangkan kalau nanti lansia dan penyandang disabilitas mendapat MBG, masuknya anggaran sosial,” katanya.
Pemerintah menganggarkan program MBG tahun ini sebesar Rp335 triliun dengan rincian 67 persen atau sebesar Rp223,6 triliun dialokasikan dari anggaran pendidikan, 7 persennya dari anggaran kesehatan Rp24,7 triliun, 6 persen melalui fungsi ekonomi Rp19,7 triliun, dan dana cadangan 20 persen Rp67 triliun.
“Dana cadangan itu jadi bagian anggaran Bendahara Umum Negara yang sewaktu-waktu bisa dicairkan atas permintaan presiden,” ungkap Dadan.
Di sisi lain, Dadan turut menanggapi gugatan di Mahkamah Konstitusi yang dinilai berpotensi mengurangi porsi anggaran pendidikan dan mengaburkan mandat Pasal 31 ayat 4 UUD 1945 berupa kewajiban negara memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN.
Terkait hal itu, Dadan menyebut anggaran pendidikan dasar, menengah, dan tinggi justru naik.
Ia juga menyebut jumlah penerima manfaat Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah justru naik, begitu pun tunjangan guru dan anggaran pembangunan sekolah rusak.
“Jadi anggaran BGN tidak diambil dari anggaran pendidikan, baik dasar, menengah, maupun tinggi,” ucap Dadan.
Tak hanya itu, Dadan juga mengklaim MBG berdampak positif bagi kegiatan belajar-mengajar.
Dari data pihaknya terdapat tingkat kehadiran anak sekolah yang mengalami kenaikan dari 70 persen menjadi 95 persen.
“Jadi ada peningkatan partisipasi sekolah, semangat belajarnya juga naik, dan ada rasa senang ada di sekolah karena kehadiran MBG,” kata dia.