- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Prabowo Kerahkan Kampus se-Indonesia Dukung Transisi Energi, Riset PLTS hingga Motor Listrik Dikebut
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mengerahkan kekuatan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mempercepat agenda besar transisi energi nasional.
Presiden Prabowo Subianto meminta kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga motor penggerak riset yang mampu mendukung percepatan pengembangan energi bersih di Tanah Air.
Arahan tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto usai mengikuti rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
Ia menegaskan perguruan tinggi diminta aktif berkontribusi melalui riset dan kajian ilmiah, khususnya dalam pengembangan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta konversi kendaraan listrik.
“Jadi kami dari perguruan tinggi, riset-riset, hasil-hasil penelitian, dan juga kajian-kajian itu diminta mendukung percepatan solar cell ya, PLTS,” kata Brian.
Brian menjelaskan fokus riset dari kampus diarahkan untuk membantu pemerintah menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang selama ini masih digunakan di berbagai wilayah. Pembangkit jenis ini dinilai membebani keuangan negara karena biaya operasionalnya tinggi serta ketergantungan besar pada bahan bakar fosil.
Selain sektor kelistrikan, pemerintah juga mendorong percepatan inovasi di bidang kendaraan listrik. Perguruan tinggi diminta berperan aktif dalam pengembangan teknologi konversi kendaraan agar ketergantungan terhadap bahan bakar minyak dapat ditekan secara bertahap.
“Yang kedua juga adalah bagaimana mempercepat konversi menjadi electric vehicle ya, kendaraan listrik. Kenapa? Karena kedua hal tadi, pembangkit yang masih diesel maupun kendaraan listrik itu kan masih tergantung pada BBM ya,” lanjut Brian.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk melindungi ekonomi nasional dari gejolak harga energi global serta tingginya ketergantungan impor energi.
Prabowo juga mendorong percepatan penggunaan kompor listrik sebagai alternatif yang diharapkan dapat menekan ketergantungan masyarakat terhadap LPG sekaligus mengurangi beban subsidi energi negara.
“Jadi Pak Presiden meminta agar tadi beberapa menteri yang terkait untuk mempercepat pelaksanaan ini, sehingga ketergantungan kita terhadap impor, ketergantungan kita terhadap harga yang mungkin cepat berubah itu bisa dikurangi,” tuturnya.
Brian menegaskan seluruh penelitian dan kajian dari perguruan tinggi akan diintegrasikan dengan kebijakan energi nasional. Koordinasi riset tersebut akan berada di bawah arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia agar seluruh inovasi akademik dapat langsung mendukung program pemerintah.