- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Resmikan SPPG di Jakarta, Kadin Targetkan Pembangunan 1000 Dapur MBG
Jakarta, tvOnenews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta resmi membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta.
Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie mengatakan dapur MBG tersebut menjadi yang ke-742 yang dikelola KADIN. Ini menjadi SPPG pertama dari Kadin yang hadir di Jakarta.
“Target kami adalah 1000, dan selebihnya kebanyakan nanti di 3T. Yang kami lihat di sini, ini benar-benar suatu contoh dalam metropolitan, SPPG atau dapur bisa dilaksanakan dengan baik,” kata Anindya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (6/5/2026).
Dia menjelaskan SPPG yang diinisiasi Kadin DKI Jakarta juga melibatkan berbagai asosiasi usaha. Menurutnya, kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara Kadin dan para pelaku usaha dalam menjalankan program MBG.
“Dari awal tentu kami mendukung program pemerintah karena ini program strategis yang biayanya tidak kecil dan tentu dari dunia usaha harus bersama-sama mengamankan program strategis ini,” kata dia.
Selain itu, Anindya mengatakan bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang bagi Indonesia karena menyasar sekitar 80 juta anak dan ibu menyusui.
“Karena setiap saya ke luar negeri, baik untuk urusan Kadin atau diplomasi internasional, maupun urusan olahraga atau bisnis, saya selalu melihat bagaimana Indonesia bisa bersaing secara global menjadi pengusaha yang gigih, diplomat yang baik, birokrat yang baik, bahkan juga sampai kepada olahragawan dan olahrawati yang baik. Nah, ini tentu mulanya dengan gizi,” katanya.
Lebih lanjut, Anindya menuturkan bahwa prgram MBG ini sangat mendorong perputaran ekonomi di masyarakat.
Di mana, setiap SPPG mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja dan memproduksi sekitar 3.000 porsi makanan per hari.
“Artinya kalau Kadin sampai kepada 1.000 SPPG bersama-sama, 50.000 tenaga kerja kita bisa serap, itu alhamdulillah sekali,” ungkapnya.
“Lalu selain itu tentunya sekitar 3.000 daripada makanan, ya kalau dikalikan 1.000 ya 3 juta setiap hari. Jadi ini suatu dampak yang jelas,” kata Anindya.(saa/raa)