- Kolase tvOnenews.com/ tim tvOnenews - Abdul Ghani Siregar
Dear Mbak Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Memang Tak Biayai Hidup di Inggris, Purbaya: Tapi Kuliah di Belanda Siapa yang Bayar?
Jakarta, tvOnenews.com – Polemik yang melibatkan alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, kembali memicu perdebatan publik. Pernyataannya yang menyebut dirinya tidak menggunakan uang pajak negara untuk hidup justru menimbulkan pertanyaan baru dari masyarakat.
Pasalnya, Dwi Sasetyaningtyas diketahui merupakan penerima beasiswa LPDP yang digunakan untuk menempuh pendidikan di Belanda. Program beasiswa tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
APBN sendiri disusun dari berbagai sumber, mulai dari pajak masyarakat hingga pembiayaan negara termasuk utang pemerintah.
Pernyataan Tyas Soal Uang Pajak Jadi Sorotan
Polemik bermula ketika video unggahan Dwi Sasetyaningtyas di media sosial viral. Dalam video tersebut, ia menunjukkan dokumen terkait status kewarganegaraan anaknya yang memperoleh kewarganegaraan Inggris.
Dalam video tersebut, Tyas menyampaikan pernyataan yang memicu kritik warganet.
“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ujarnya.
Unggahan tersebut kemudian menuai reaksi luas dari masyarakat. Banyak pihak menilai pernyataan tersebut tidak sensitif, terutama karena Tyas dikenal sebagai alumni penerima beasiswa LPDP.
Kritik semakin ramai setelah Tyas membalas komentar warganet dengan menyebut dirinya tidak hidup dari uang pajak negara.
“Negara gak ngasih ke saya, saya bayar pajak juga,” tulisnya dalam salah satu balasan komentar di media sosial.
Pernyataan itu kemudian menjadi sorotan karena dinilai bertentangan dengan fakta bahwa studinya di luar negeri didukung oleh program beasiswa negara.
Studi di Belanda Dibiayai Beasiswa LPDP
Dwi Sasetyaningtyas diketahui merupakan lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia kemudian melanjutkan studi magister di Delft University of Technology, Belanda melalui program beasiswa LPDP pada tahun 2015.
Program studi yang diambil adalah Sustainable Energy Technology, dan pendidikan tersebut berhasil diselesaikan sekitar dua tahun kemudian.
Beasiswa LPDP sendiri mencakup berbagai komponen pembiayaan pendidikan, seperti:
-
Biaya kuliah di universitas
-
Biaya hidup selama studi
-
Biaya perjalanan
-
Dukungan akademik lainnya