news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

LRT Jakarta..
Sumber :
  • Antara

LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai Ditargetkan Selesai dan Beroperasi Agustus 2026

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin mengungkapkan progres pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai.
Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:38 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin mengungkapkan progres pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai.

Dia mengatakan, LRT Fase 1B ini ditargetkan akan rampung dan mulai beroperasi pada Agustus 2026. Target ini sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan sebelumnya.

“Memang untuk LRT 1B ini kami target sesuai dengan timeline-nya di Agustus insya Allah itu akan beroperasi secara official,” kata Iwan, Sabtu (7/3/2026).

Dia menjelaskan, pihaknya akan mulai melakukan commissioning test atau uji coba setelah Lebaran 2026.

Dalam waktu yang sama, pihaknya juga menyelesaikan perizinan operasional dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Sekarang lagi mulai, habis Lebaran kita akan mulai commissioning test-nya untuk kemudian paralel menyelesaikan kewajiban perizinan operasionalnya kita submit ke Kemenhub,” jelas Iwan.

Sebagai informasi, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B ini memiliki rute sepanjang 6,4 kilometer. Proyek ini menelan biaya Rp4,1 triliun dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2026. 

Koordinator BIM Proyek LRT Jakarta Fase 1B, Ganesh Aditya Aryoprawirotama, menjelaskan proyek ini memiliki tantangan teknis yang sangat kompleks karena dibangun di kawasan perkotaan padat.

Untuk mengatasi hal itu, Waskita Karya mengandalkan transformasi digital melalui penerapan teknologi Building Information Modeling (BIM) dan solusi digital dari Bentley Systems.

“Proyek ini dibangun di lingkungan umum yang sangat menantang. Karena itu, kami memanfaatkan solusi digital inovatif untuk menangani kompleksitas konstruksi di lapangan,” kata Ganesh dalam konferensi tahunan Year in Infrastructure di Amsterdam, Belanda, Kamis (16/10).

Waskita Karya mengintegrasikan data spasial, model BIM, dan jadwal pekerjaan dalam satu sistem digital.

Teknologi ini memungkinkan pemantauan progres secara real-time dengan bantuan drone fotogrametri dan simulasi 4D, sehingga tim proyek dapat mengambil keputusan dengan cepat dan akurat.

Melalui digitalisasi, Waskita Karya menghemat biaya hingga USD 14,82 juta atau sekitar Rp245,8 miliar dan menekan konsumsi material senilai USD 7,3 juta atau sekitar Rp121,2 miliar.

Selain itu, efisiensi kerja meningkat hingga 80 persen, waktu pemodelan berkurang 40 persen, dan inspeksi fisik menurun 20 persen. (saa/dpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
02:32
06:19
12:51
01:04
03:54

Viral