- istimewa - antaranews
Luhut Bocorkan Deretan Bahaya Bila Perang Iran dengan AS-Israel Berlanjut
"Kalau harga minyak tiba-tiba naik nanti bertahap tuh sampai 100 dolar. Sekarang 78 ya. Padahal kita bikin di APBN kita 70 ya. Jadi ini yang harus kita amati. Kalau sampai ini berkelanjutan lama, harga minyak naik, itu betul-betul harus kita cermati," jelas Luhut.
Luhut menyatakan pemerintah perlu mencermati secara detail berapa lama cadangan BBM Indonesia dapat bertahan.
Ia menyoroti perbedaan angka yang beredar di publik, di mana ada yang menyebut 18 hari dan ada pula yang memperkirakan hingga 30 hari.
Menurut dia, perhitungan tersebut harus dilakukan secara akurat. Jika cadangan memang dapat bertahan hingga 30 hari, pemerintah perlu memetakan sumber impor minyak selanjutnya.
Selain itu, biaya impor serta dampaknya terhadap APBN juga perlu diperhitungkan dengan cermat oleh pemerintah.
Sepengatahuan dia, pemerintah sudah mulai mencari sumber impor minyak alternatif di yang ada saat ini.
Beberapa negara yang disebut sebagai potensi sumber pasokan antara lain Amerika Serikat, Venezuela, hingga sejumlah negara di Afrika.
Namun demikian, Luhut menilai proses distribusi energi juga bisa terdampak oleh kondisi jalur laut global.
Luhut pun mengusulkan pemerintah membentuk satuan tugas (task force) atau satgas yang bertugas mempelajari secara detail dampak konflik perang di Iran terhadap Indonesia.
"Saya kira pemerintah harus membuat satu task force gini untuk membuat studi yang cermat sebagai salah satu alternatif strategi kita," beber Luhut. (aag)